Ikhtiar Mengelola Trust Building Pemilu

Ikhtiar Mengelola Trust Building Pemilu
Advertisements

Oleh Adi Arwan Alimin

Pengguna internet di Indonesia terus meningkat. Tahun 2017, survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat pengguna internet di Indonesia mencapai 143,3 juta jiwa atau 54,7 persen dari populasi penduduk. Lima tahun sebelumnya, di 2012, masih sekitar 63 juta jiwa atau 24,2 persen total warga.

Dari hasil jajak pendapat Kompas mengungkap, 44,2 persen responden murni mengandalkan gawai jenis itu untuk mengakses internet. Sementara itu, terdapat 39,3 persen responden yang masih mengunakan komputer atau laptop. (kompas.id,10/12/2018)

Media sosial menjadi aplikasi yang paling banyak diinstal hingga tahun 2018. Jari-jemari pun saban hari seperti menjadi indera yang paling sibuk. Di mana saja, di ruang apa saja dalam rumpun kursi di warung kopi, atau kumpulan orang, semua telah makin ripuh. Orang-orang terleka dalam jaring media komunitas pun sosial.

Menurut laman androidrank.org, peringkat pertama dengan jumlah lebih dari 5 triliun instal diraih Google Play Service. Di peringkat berikutnya disusul aplikasi Facebook dengan 4,6 triliun instal, Facebook Messenger 3,7 triliun instal, Whatsapp Messenger 3,2 triliun instal, dan Instagram 2,1 triliun instal. (ibid)

Setiap menit tercatat ada sekitar 300 jam video baru yang diunggah di Youtube dan 3 juta video di Facebook. Betapa giatnya semua orang termasuk pemilih untuk Pemilu 2019. Warga setiap saat berada dalam kulikan klik.

Oya, sejak tahun 2005 hingga saat ini Indonesia telah menggelar lebih dari 1000 kali pemilihan kepala daerah. Rutinitas dalam eskalasi yang amat dinamis di setiap daerah melahirkan perspektif, espektasi dan pengalaman panjang dalam mengelola urusan peserta dan pemilih di setiap momentum pemilihan umum.

Profesor riset, Siti Suhro dari LIPI, menyitir agar Pemilu 2019 menjadi ajang partisipasi masyarakat yang genuine, diperlukan pencerahan dan pencerdasan pemilih, bukan mobilisasi dengan menggerakkan masyarakat secara tidak berkeadaban melalui vote buying. Yakni trust building is a must dalam demokratisasi. Dengan media sosial yang mampu menggerakkan opini secara masif kita dapat melakukan ini dengan baik.

Mengadaptasi perkembangan aplikasi teknologi yang demikian maju, KPU RI pun telah dapat dijangkau play store. Beragam sistem informasi juga dikembangkan untuk dapat diakses masyarakat secara luas. Tiada lagi alasan untuk mengatakan bahwa proses atau sistem informasi pemilu di Indonesia tertinggal. Justru markas Imam Bonjol itu bergantian menerima tamu dari mancanegara untuk belajar dari kita.

Bila luang cobalah mampir ke kpu.go.id. Ragam kabar dan progres yang dikerjakan penyelenggara Pemilu dapat diserap semua orang di laman dengan jutaan kunjungan sejauh ini. Bila sibuk pembaca dapat menemukannya via gawai dimana pun. Ini sebuah cara dalam mengelola penyelenggaraan Pemilu yang lebih maju,  terbuka, dipercaya, dan adaptif pada teknologi.

Mamuju, 12 Desember 2019

Share this post

Post Comment