Jurnal Warga

Catatan

CAT KPU Pasangkayu Menjaring Adhoc Berkualitas

Advertisements

KAMI tiba di Kota Pasangkayu Rabu, 29 Januari jelang shalat Dzuhur. Kecepatan Ford yang disetir Ahmad Jayadi atau Amat, staf yang merupakan legend road race di Sulawesi Barat. Kendaraan ini melaju di sekira 90-120 kilometer per jam.

Sesekali saya melirik, layar bundar di belakang kemudi itu menyentuh batas 140 maksimum. Kami start dari Kota Mamuju, sekitar jam 06.30. Sebenarnya kami hendak berangkat sebelum jam itu tapi urusan bahan bakar solar menundanya.

Perjalanan ke wilayah paling utara ini harus mengontrol ketersedian solar dengan presisi. Tangki harus full. Kita tidak pernah dapat memastikan stasiun pengisian bahan bakar akan sepi antrean di sepanjang jalan. Benar saja dari SPBU Kali Mamuju, Kalukku, Topoyo, hingga memasuki Pasangkayu stok solar yang tertulis di plang, habis atau dalam perjalanan.

Setiba di Pasangkayu, kami langsung ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasangkayu. Koordiv Sumber Daya Manusia (SDM) Heriansyah telah menunggu. Rabu kemarin merupakan deadline untuk mengevaluasi kesiapan teknis tes pola Computer Assisted Test (CAT) bagi calon adhoc.

KPU Pasangkayu melalui surat yang dikirim ke KPU Provinsi Sulbar, mengambil opsi untuk menggelar CAT untuk merekrut calon Panitia Pemilihan Kecamatan Pilkada 2020. Urusan ini tentu tidak semudah metode konvensional.

Saya bersama Sahran Ahmad Ketua KPU Pasangkayu, komisioner Syahruddin dan Heriansyah langsung memelototi layar komputer di mana bank soal CAT dalam bentuk word disiapkan. 100 soal yang dipilih dari sekitar 200 soal yang dikumpulkan sebelumnya. Tentang soal yang harus dijamin kerahasiannya ini menjadi syarat utama dari KPU RI.

Soal-soal dengan basis setiap divisi tersebut telah dibuat berdasarkan PKPU yang ada. Termasuk soal yang bertema wawasan kepemiluan dan kewilayahan Pasangkayu. Sebagai calon adhoc PPK, pertanyaan mengenai studi kasus saat hari H pemilihan cukup banyak.

Membangun Sistem CAT

Rabu sore, laboratorium SMPN 1 Pasangkayu dipenuhi staf KPU, mereka disertai beberapa staf IT SMPN yang dipimpin Asrianur, S. Pd ini. Para komisioner KPU Pasangkayu pun ikut berjibaku menyiapkan sarana sambil terus membincang kesiapan aplikasi metode ini.

Saya memantau persiapan ini lebih dekat. Maklum saja, dari empat kabupaten yang berpilkada di Sulawesi Barat tahun 2020, hanya KPU Kabupaten Pasangkayu yang memilih menggunakan metode Computer Assisted Test. KPU Provinsi berkewajiban memastikan pelaksanaan ini dapat berjalan lancar.

Rabu malam, ketua Sahran kemudian mengajak semua staf untuk simulasi secara online. Belasan staf, termasuk saya mengikuti percobaan yang menguras pikiran komisioner KPU Pasangkayu.

Saya berbincang dengan staf IT Ahsin yang terbilang memahami persoalan jaringan seperti ini. Menurutnya, sistem yang digunakan memerlukan kesiapan psikis tersendiri, tidak hanya mengenai hal serabut optik media pengantar aplikasi.

Kamis pagi, 30 Januari, jadwal sesi pertama mestinya dimulai jam 07.30. Tapi bergeser sampai mendekati jam 09.00. Komisioner Pasangkayu mondar-mandir, berdiskusi dan terus mengamati layar utama yang mengendalikan 48 komputer di laboratorium. Sementara peserta telah menunggu sejak pagi di koridor depan lab.

Sahran yang belum tertidur sampai pagi ditemani komisioner lainnya seperti menunggu wangsit. Sistem yang ingin digunakan rupanya tidak dapat terkoneksi. Semalam kendala ini tidak ditemukan. Suasana menjadi lebih gerah. Tanda sesi pertama bergeser beberapa menit lewat.

Saya berdiri di sisi meja yang dikelilingi komisioner dan staf KPU. Server sepertinya mengalami kendala. Tapi wajah kawan-kawan komisioner masih optimis meski disapu ketegangan. Maklum jadwal lima sesi CAT telah dibagikan, plan B yang kami bahas Rabu siang tentu juga akan mengalami tantangan, bila akan mengumumkan tes adhoc akan menjadi konvensional. 229 peserta pasti akan sulit dikumpulkan.

Namun sebelum jam 09.00 pagi kerumitan itu seperti belukar berjenggala. 48 komputer yang 20 diantara berupa laptop Acer kembali dapat digunakan. Aplikasi yang semula down akhirnya optimal. CAT seperti rencana sebelumnya langsung dimulai.

Panitia kembali mengatur jadwal akan dapat sesuai dengan pembagian sesi. Alhamdulillah pada sesi III jadwal kembali ke posisi normal hingga sesi IV juga berjalan lancar. Saya menulis catatan ini saat sesi V dimulai bakda Isya.

Sejumlah peserta menyambut CAT ini secara positif. Selain dapat mengetahui langsung hasil pekerjaannya, mereka juga menilai prosesnya berlangsung fair atau transparan. Komisioner Bawaslu Pasangkayu, Ardi Trisandy pun berpendapat demikian.

Semoga ikhtiar KPU Kabupaten Pasangkayu untuk menjaring adhoc yang berkualitas dan berintegritas memenuhi target.

Pasangkayu, 30 Januari 2020

The Latest

To Top
error: Content is protected !!