Di Pacitan, Tokape Bergelar Ki Ahmad Yahya

Di Pacitan, Tokape Bergelar Ki Ahmad Yahya

Advertisements

Oleh Adi Arwan Alimin

TOKAPE rupanya tak hanya melawan Belanda di negeri Mandar. Sepak terjang perjuangannya pun meliputi jazirah Pajajaran. Dari tanah Pasundan itulah ia kemudian ditangkap lalu diasingkan ke Pacitan Jawa Timur.

Kisah itu dituturkan keturunan Tokape di Pacitan saat rombongan Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar berziarah ke makam Tokape pada Ahad, (9/2/2020). Dialog antara keturunan Tokape dari Mandar dan Pacitan pun terjalin akrab. Lebih seabad mereka baru bertemu.

Lawatan ini merupakan pintu awal untuk membuka jalan penelusuran jejak perjuangan Tokape di Kota 1001 goa ini (pacitanku.com).

Makam Maraqdia Tokape, Raja Balanipa ke-46 berada di makam Kucur, Barehan, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan. Di kabupaten berjuluk Paradise of Jawa ini dahulu Tokape dikenal dengan sebutan Ki Ahmad Yahya.

Baca juga https://www.jurnalwarga.net/tokape-jejak-perlawanan-hegemoni-belanda-di-balanipa/

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulawesi Barat, Farid Wadji menyebut Tokape merupakan sosok pahlawan tanah Mandar yang wajib didukung untuk menjadi Pahlawan Nasional melalui mekanisme pengusulan.

Foto H. Farid Wajd

“Heroisme Tokape didasarkan atas dua hal, yaitu membuat kebijakan menentang Belanda dalam monopoli sumber daya alam, dan hanya berdagang dengan Belanda. Serta melakukan upaya menentang Belanda dengan mengirim beberapa kali misi perdagangan ke Tumasik atau Singapura,” terang Farid Wadji.

Berdasarkan data log perdagangan di Tumasik Tokape mengirim 50 ton kopra, dan 5000 sarung sutera dengan stempel Raja Balanipa dan Pappuangan Biring Lembang. Tokape juga melakukan strategi perang gerilya dan beberapa kali mengalahkan Belanda di Samasundu dan Campalagian.

Kini pihak Pemprov Sulawesi Barat sedang dalam upaya pembentukan tim pengusulan Pahlawan Nasional yang melibatkan unsur akademisi, pemprov, keluarga, dan tokoh masyarakat.

“Di Pacitan Tokape bergelar Ki Ahmad Yahya,” tambah Farid.

Dalam id.m. wikipedia yang menera gelar kebangsawan di Jawa, sebutan “Ki” adalah sebutan untuk seorang lelaki pada umumnya, sakti, atau penanda bahwa tokoh tersebut benar-benar pemimpin pada suatu daerah tertentu.

Tapak perjuangan Tokape mulai dari Balanipa, Tanah Pajajaran hingga Pacitan memerlukan kajian lebih mendalam. Beberapa tokoh diantaranya Profesor Gufran Dirawan, Profesor Idham Khalik Bodi, Prof Muchlis PaEni, pegiat sejarah-budaya Mandar sedang bersimpul untuk meneliti kepahlawanan Tokape.

Informasi dari keturunan Tokape di Pacitan menuturkan Ki Ahmad Yahya bergabung dengan Raja Pajajaran, yang ditandai Tokape memiliki istri bangsawan Pajajaran, salah satu kata kunci untuk membuka kotak pandora yang menyelimuti misteri Tokape.

Foto H. Farid Wajd

Istri Tokape berdarah Pajajaran bernama Raden Ayu Ningsih yang dimakamkan di sekitar kompleks Masjid An Nur, RT 5 RW 7, Ngampel Ploso, Pacitan. Informasi ini disampaikan kerabat Tokape di Pacitan, Fathonni dan Yoyok melalui grup komunitas WA.

“Selama lima generasi keluarga kamilah yang berziarah dan merawat makam kakek kami [Ki Ahmad Yahya],” imbuh Mohammad Sidiq Fathonni cucu Tokape, Selasa (11/2/2020).

Pajajaran adalah ibu kota Kerajaan Sunda Galuh yang berdiri pada tahun 1030-1579 M di Tatar Pasundan, wilayah barat pulau Jawa. Lokasinya berada di wilayah Bogor, Jawa Barat saat ini (Wikipedia).

Sebagai catatan penting Tokape merupakan salah satu perintis perlawanan pada pemerintah kolonial Belanda di Mandar paruh tahun 1870-an. Kisah peperangannya beririsan dengan tahun awal Perang Aceh-Belanda tahun 1873.

Pajajaran, 11 Februari 2020

Foto : H. Farid Wajdi, Kadis Pariwisata Sulbar

error: Content is protected !!