Duhai Ibu

Home » Duhai Ibu
Duhai Ibu
Advertisements

Oleh: Adi Arwan Alimin

Dapatkah engkau menghitung berapa banyak bulir yang ditanaknya untuk mengganjal rasa laparmu, itulah kasih sayang yang tak dapat kau bayar.

Pernahkah kau menggantang peluhnya saat menjagamu sedari belia hingga lahir cucu yang kembali dia sapih sepertimu, itulah rahasia yang tak akan sudah kau sadari.

Sudahkah engkau bertanya berapa lama ia terjaga pada malam-malam sebelum hari ini, saat kau lelap sedang ia masih menghitung tiang dapur agar tetap mengepul esok hari. Dialah penjagamu sejak dahulu.

Bilakah kau sekali saja mengecupnya sebab tiada sanggup jemarimu menghitung-hitung rasa sayangnya, itulah Ibumu yang melahirkanmu, merawatmu, dan melindungimu dalam doa-doa mustajab. Ibumu, ibumu, ibumu…

Sudahkah kau mendulang khilaf di ujung kakinya kendaramu kelak mendatangi surga firdaus itu. Sudahkah kau merenangi air matanya untuk merebut maafnya. Duhai ibu.

Masihkah kau ingat kapan terakhir kali memeluknya hingga wangi jannah itu merasuk rindumu ke manapun bertualang. Kembalilah memeluknya. Dia masih seperti Ibumu yang dahulu…

Mamuju, 23 Desember 2020

error: Content is protected !!