Gowes To Karampuang Mamuju

Gowes To Karampuang Mamuju

Advertisements

Kami sepakat bertemu di titik kumpul Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kasiwa Mamuju. Pukul 06.26 pagi saya telah meluncur ke sana, memacu sepeda dengan gir speed sedang, hampir 20 menit keramaian penjualan ikan yang selalu ramai pagi-pagi segera menyambut.

Saya rupanya pesepeda kedua yang sampai, ust. Irwanto telah berdiri di sisi tanggul kedatangan penumpang perahu sambil tersenyum. Jam-jam begini ratusan warga Pulau Karampuang berdatangan menggunakan kapal bermesin diesel. Suasana seperti ini telah berlangsung riuh puluhan tahun.

“Passsapedana” Mamuju semacam grup pesepeda yang baru berumur jagung. Pagi ini merupakan trip pertama melewati gugus pantai Manakarra. Setelah berdiskusi di grup WA, destinasi Pulau Karampuang meraih voting tertinggi untuk disambangi. Pemilihan suara selalu penting agar komunitas kompak.

Tak sampai jam 07.00 pagi semua anggota Passapeda yang berkesempatan hadir telah berjumlah lima orang. Beberapa personil lain berhalangan, maklum komunitas gowes ini awaknya sangat beragam. Saya melihat dari semua kawan bersepeda ini tak ada yang satu kantor atau seprofesi.

Pemilik perahu, Papa Selly pun langsung mengajak kami berangkat. Pemberangkatan dapat lebih cepat sebab kami dihitung berdua: satu orang ditambah satu sepeda hehehe… Jadi total penumpang telah cukup 10. Uraiannya: Mulyadi Rasyid; Hasanuddin; Eko Sulistyo; dan ust.
Irwanto serta penulis.

Hanya beberapa menit, jarak sejauh hampir empat mil ke pelabuhan ketiga di sisi kiri Pulau Karampuang telah kami jejak. Di perjalanan kami bertemu satu-dua perahu yang menyisakan dorongan gelombang ke lambung perahu.

Ini merupakan pengalaman pertama saya menjajal jalur Karampuang yang lebarnya rata-rata dua meteran. Warga di sini juga amat ramah menyambut kami. Komunitas sepeda yang menyusuri Karampuang sebelumnya sudah wara-wiri. Kontur jalan yang tidak rata tapi penuh tanjakan cukup menantang.

Pesepeda akan sedikit dimanjakan jalan yang dibuat dari paving blok, atau cor beton. Beberapa ratus meter lainnya masih berupa jalan tanah berbatu karang. Anda pun serasa bersepeda di hutan sebab sebagian jalur ada berilalang dan rumpun pepohonan. Kawasan ini layak direkomendasikan untuk mereka yang menyenangi rute tanjakan sedang.

Bila bernapas pendek, pesepeda dapat sesekali mampir bercengkrama bersama warga. Mereka pun akan senang hati akan menunjukkan rute karena beberapa ruas jalan berupa pertigaan dan perempatan. Tapi tak perlu khawatir Anda tidak bakalan tersesat jauh karena jalur di sini tunggal.

Jalan sepanjang 4-5 kilometer akhirnya dapat kami sudahi. Saya tak menghitungnya secara presisi hanya mengandalkan aplikasi Relive yang berbasis android. Tempo yang kami gunakan relatif tidak begitu cepat, maklum rute baru dan tentu saja karena beberapa mesti singgah foto-foto.

Jarak 4-5 kilometer ini sebenarnya belum menjangkau seluruh keliling Karampuang. Kami pun bukan pesepeda profesional dalam lomba yang menuntut target paling jauh atau cepat. Komunitas Passapedana Mamuju ini ruang kekerabatan baru untuk mengikat ukhuwah, ini memang bukan hanya soal gowes tapi ada nilai lebih dari itu.

Kami finish di area labuhan wisata Karampuang yang menjorok hampir 100 meter ke laut. Menjejak pasir putih lalu berteduh di bawah rindang bakau yang berumur puluhan tahun. Lima cangkir kopi hitam; apang dan sokkol yang kami tenteng dari TPI Kasiwa menemani obrolan santai sekitar tiga jam.

Saya melihat ratusan orang berdatangan ke tempat ini menggunakan perahu motor. Mereka tiba berombongan dan menepi di dermaga wisata, berbeda pelabuhan dari titik kedatangan kami Ahad pagi. Di Karampuang memang terdapat beberapa dermaga pilihan, di sisi timur atau barat.

Saat orang-orang masih berdatangan ke dermaga. Kami telah dijemput kapal motor “Simbar Allo” milik papa Selly. Oya ongkos perahu per passapeda 25 ribu pergi-pulang. Ini trip yang cukup menyenangkan. Destinasi wisata Karampuang baru saja berdenyut di tengah musim pandemi Covid-19.

Penasaran ke Karampuang? Segeralah. Eksotismenya menantimu.

Mamuju, 5 Juli 2020

error: Content is protected !!