Category: Sastra

Home » Sastra
Sepertiga Malam
Post

Sepertiga Malam

Oleh: Adi Arwan Alimin : H di tepi kota Percayakah kau/ Saat gurat sepi memelukmu/ Mungkin kau tak tahu gemintang itu kilau melihatmu lelap/ Tidur dalam pangkuan malam seperti perjalananmu mencari setiap jawaban/wajahmu kuyu menuang semburat lelah/ kau telah sampai di mana sejauh ini// Tidak semua gelisah melahirkan percakapan seperti gundahmu pada hari-hari yang panjang/setiap...

Kapan Kita Seharusnya Bertemu
Post

Kapan Kita Seharusnya Bertemu

Cerpen: Adi Arwan Alimin Kota ini sepertinya terlalu bising. Ruang berpendingin berdinding kaca pun tak mampu meredam gemuruh jalanan yang berisi kendaraan lalu lalang, warung kopi ini berada di simpangan kota sehingga selalu ramai pengunjung. Orang-orang yang datang pun tak kalah hebohnya. Kepul asap tembakau yang berasal dari partisi bebas mengepul, menambahi keruwetan bangunan persegi...

Cerpen: Corona
Post

Cerpen: Corona

Oleh Adi Arwan Alimin Tergopoh-gopoh lelaki paruh baya itu menjejak undakan persawahan di tepi desa. Sebuah daratan yang membujur luas hampir 30 derajat hingga di puncaknya terdapat dangau tempat warga seringkali bertemu. Lelaki itu mengatur napasnya satu demi satu sebelum mengutarakan isi kepalanya. Di bawah sana sepeda motornya di parkir, mungkin tak kuat mendaki hingga...

Cerpen: Kindo
Post

Cerpen: Kindo

Oleh Adi Arwan Alimin Langit-langit kamar itu seolah sebuah ruang persegi empat yang terus berbicara padanya. Tingginya kira-kira tiga atau empat meter, bukan dibuat dari ramuan tripleks atau bilah kayu yang dipernis tukang kampung sebelah. Tetapi lembar terpal berwarna biru yang direntang sambil dikerat potongan bambu agar lebih kuat dan rapih. Warna itu seperti langit...

MEREKA MENANTIMU
Post

MEREKA MENANTIMU

Oleh Adi Arwan Alimin   Bila matamu telah cukup kering Bila hatimu sudah lama ranggas Datanglah ke tanah bencana Agar setiap renik kulitmu memuai Melihat tatap mata anak-anak itu Tepuk tangan hanya mengantarnya sampai tidur lelap di malam hari, tetapi burung-burung saat pagi datang membangunkan kenyataan di bawah tenda-tenda itu… Akan ke mana mereka setelah...

error: Content is protected !!