Category: Sastra

MIMPI HIJAU

kebun yang lapang tanaman bersemi setiap hari
MAN ANTA?

ana l khalil, jawab ibrahim ana l kalim, jawab musa ana l ruh, jawab isa
WONOMULYO

Oleh: Adi Arwan Alimin Mereka bersama mimpi Pada lipatan masa Berduyun asa Di tanah Mandar kini Berpetak huma peladang Melintasi teluk Wajah ditekuk Terbayang selayang Bersuku-suku asalmu Melukis perjalanan Melewati nun Antara cakrawala Tibalah engkau dilampau Meniti jejak silam Di…
Sirah Muhammad

Oleh Adi Arwan Alimin Siapakah lelaki di gua Hira Menanti wahyu dari langit Jauh dari Kota Makkah Sepi dalam hening menyendiri Siapa lelaki lebih pemalu dari seorang gadis dalam pingitan Kerabat, orang jauh, orang kuat, dan lemah baginya sama saja…
Harga Mati, Harga Hidup

Oleh Adi Arwan Alimin Puisi-puisi memenuhi udara Mengisi sisi yang bising di tepi malam Di kota-kota orang-orang menikmati perjamuan di warung-warung kopi tanpa gula. Mungkin rasa manis frasa telah hilang dari serat pikiran berkecamuk dirundung kemalangan Puisi-puisi dibacakan dari kata-kata…
Senandung

Puisi : Dyah Anggraini Senandung aksaramu bertebar di kelok pelosok hingga ke kota menorehkan asa setiap insan di bumimu Banyak warna tergoreskan pada kanvas sejarahmu beribu cerita terdokumentasi bukan hanya oleh tinta surat kabar atau kabar medsos seorang bocah lugu…
Bang Ki, Doamu Telah Terjawab

Oleh Adi Arwan Alimin Doa Tuhanku Dalam termenung Aku masih menyebut nama-Mu Biar susah sungguh Mengingat Kau penuh seluruh Caya-Mu panas suci Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi Tuhanku Aku hilang bentuk Remuk Tuhanku Aku mengembara di negeri asing Tuhanku…
Rumahku Indonesia

Oleh Adi Arwan Alimin Rumahku Indonesia Berhalaman bunga-bunga Warna-warni berpelangi Kubuka jendela saban pagi Kulihat burung-burung menari Bersama kupu-kupu Rumah Indonesia Berjendela serat suku-suku Beratap cinta bangsa-bangsa Berpagar ragam agama Rumahku Indonesia Tanahnya gembur Airnya bening Rumahku Indonesia Berhalaman amat…
Puisi : Surga

Oleh Adi Arwan Alimin Biarkan matahari terus membakar kulitmu, biarkan tanganmu melepuh, jejarimu mengepal, sebab Rasulmu pernah mencium tangan, seumpama itu, demikian pengabdianmu, di mana surga menunggumu, sepuluh jarimu yang saban hari, makin mengeras menuai kehidupan, jauh lebih bernilai tinimbang,…
Puisi : Perjalanan

Oleh Adi Arwan Alimin Setiap perjalanan menuju ke barat Dari matahari menyingsing langit Terbit diantara mega-mega Pada pucuk gemunung kembara Tiada kuasa dalam bentang Sejauh cakrawala Kulihat tepi menyapa Pada batas pandang tara Rabb… Aku genggam Aku meraba Aku merunduk…