Konsolidasi Penguatan Integritas dan Kesiagaan Pemilhan 2020

Konsolidasi Penguatan Integritas dan Kesiagaan Pemilhan 2020

Advertisements

Catatan dari Rapim KPU se-Indonesia

SUHU 23-24 derajat dengan kelembapan 17 persen menyambut peserta dari seluruh Indonesia. Udara puncak Bogor, Jawa Barat serasa iklim di Mamasa, Sulawesi Barat dinginnya seolah sampai ke belulang.

Agenda kali ini Rapat Pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan KPU Provinsi/KIP Aceh se-Indonesia. Tema rapim “Konsolidasi untuk Penguatan Integritas dan Komitmen serta Kesiagaan Pemilihan 2020.” Secara spesifik tajuk kegiatan ini ingin mendaras asas penyelenggara pemilu.

Integritas dalam skala apapun menempati derajat paling utama dalam segala urusan pekerjaan. Terlebih lagi bagi para penyelenggara pemilihan umum atau pemilihan.

Integritas adalah suatu konsep berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi dan berbagai hal yang dihasilkan. Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat (ot.id).

Dalam kbbi.web.id in·teg·ri·tas merupakan mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran.

Pengertian atau konsep di atas telah dapat menunjukkan betapa penyelenggara pemilu dan pemilihan dituntut memegang teguh asas penyelenggaraan secara lebih kuat dan elegan. Walau segala dinamika tahapan penyelenggaraan bagai onak atau gelombang beriak.

Foto : Istimewa

Pemilu yang berintegritas merupakan esensi yang absolut untuk memperkokoh tegaknya demokrasi di suatu negara.Yang dimaksud dengan pemilu berintegritas menurut Annan dalam Guno Tri Tjahjoko, penyelenggaraannya didasarkan pada prinsip jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia (krjogja.com).

Ketua KPU RI, Arief Budiman menyebut Rapim di awal tahun 2020 ini sebenarnya merupakan agenda rutin, sebab rapim selama ini digelar beberapa kali setiap tahun.

“Ini menjadi spesial karena di awal tahun kita mengundang semua komisioner. Agar kita tetap bekerja dengan integritas dan soliditas penyelenggara pemilu,” ujar Arief Budiman saat mengawali sambutan rapim, Senin (10/2).

Ketidakpatuhan pada norma integritas menurut Arief Budiman, dapat meruntuhkan segala apa yang dibangun susah payah sekian tahun komisi pemilihan umum. Arief menyampaikan pernyataan tersebut terlihat lebih emosional dari biasanya.

“Integritas ini tidak hanya cukup dijaga oleh komisioner KPU RI, tetapi harus juga dijaga oleh anda semua,” tegas Arief Budiman pada peserta rapim.

Di Metro TV, Senin (10/2) petang, Burhanuddin Muhtadi pengamat Indikator Politik pun mengisyaratkan itu. Bahwa Pemilihan tahun 2020 ini kembali akan menguji penyelenggara. 270 pemilihan kepala daerah akan digelar tahun ini.

Amat dibutuhkan kesiagaan penuh untuk terus menjaga trust publik. Kepercayaan pada penyelenggara pemilihan memang niscaya. Tanpa rasa percaya semua pekerjaan yang sangat berat ini, yang menguras energi, dan anggaran besar itu seolah menguap begitu saja.

Maka tak ada peluang serenik bagi penyelenggara pemilu atau pemilihan untuk mencoba bermain-main dalam urusan kepercayaan publik. Itu sebabnya pemilihan kepala daerah tahun ini harus lebih berintegritas.

Seruni, 10 Februari 2020

Foto Utama : Istimewa

error: Content is protected !!