Jurnal Warga

Catatan

KORVE

Advertisements

Di Kepramukaan korve atau corvee adalah istilah kolektif untuk melakukan pekerjaan atau tugas rutin yang dilakukan bergantian. Diantara tujuan yang dapat dicapai antara lain setiap anggota memiliki tanggung jawab bersama, dan rasa memiliki kelompok.

Penulis melakukan pengamatan mengenai hal ini di banyak kesempatan perkemahan. Tugas-tugas inti yang seharusnya dilakukan secara bergantian oleh kelompok atau tim sesuai jadwal yang ada, mulai kehilangan tempat. Sementara pengenalan sikap mandiri peserta didik sejak dini dapat dimulai dari sini.

Sebenarnya ada beberapa cara untuk mengatur pembagian tugas ini. Pertama, tentu saja harus dapat menjelaskan kepada siapapun, termasuk pada orangtua yang berharap anak-anak mereka dapat melakukan tugas rutin tidak hanya di perkemahan tetapi juga di rumah. Faktanya disebagian tempat tugas-tugas rutin peserta diambil alih para pendamping/pembina (?) Tak heran bila di sebuah perkemahan yang tampak kesibukan di dapur, menghidang bahkan mendirikan tenda dilakukan penuh orang dewasa.

Kedua, buatlah daftar agar tugas inti atau rutin dalam regu/sangga dapat dibagi ke anggota kelompok. Tugas korve sesungguhnya dilakukan untuk membangun kekompakan dan rasa tanggung jawab dalam kelompok. Sampai di sini, pembina atau pendamping idealnya berperan sebagai pengendali bukan sebagai pelaksana.

Ketiga, buatlah klasifikasi, tugas apa yang dapat dikerjakan satu orang anggota, atau dua orang bahkan harus bertiga. Membiarkan kelompok tanpa distribusi tugas yang seimbang akan membuat seorang anggota regu mendominasi. Biarkanlah peserta didik berkenalan dengan tugas rutin yang diberikan secara bergantian.

Seorang pembina memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan korve sejak dari pangkalan, sementara pemimpin regu akan menjadi fasilitator yang membantu kebersamaan dan kekompakan dengan kuat. Sehingga di masa datang, kita tidak akan lagi menemukan tenda-tenda dalam tajuk kepramukaan yang dimonopoli bantuan pihak lain, sampai misalnya pada urusan dapur regu.

Korve yang terbagi dengan baik akan menjadi alat atau media pendidikan yang sangat baik. Distribusi tugas rutin yang berlangsung beberapa hari akan melahirkan nuansa yang menarik, menyenangkan dan memiliki kesan mendalam bagi peserta didik. Penulis juga menyukai korve tenda.

Disamping mendapat kesempatan rehat dari program kegiatan yang seringkali padat dan menguras energi, korve sekaligus kesempatan menyalurkan hobi di dapur atau praktek melayani orang lain. Alat pendidikan ini memiliki peran sangat baik di kemudian hari.

Bayangkanlah bila anda menerima tugas untuk menyiapkan sarapan atau makan siang bagi teman seregu. Jangan lupa, dari tugas korve beberapa tanda kecakapan khusus dapat diperoleh peserta didik secara bertingkat. Contoh, TKK Juru Masak tingkat Purwa (bundar/lingkaran) bagi anggota yang belajar memasak, lalu segi empat/madya dan segi lima/utama.

Jadi mulailah dengan membicarakan hal ini secara tim. Lalu buatlah kesepakatan mengenai durasi jam atau hari. Tetapkan satu-dua orang untuk mengambil tanggung jawabnya. Lihatlah, korve yang semula kelihatan amat ringan ini akan memberi inspirasi besar bagi peserta didik. Mengenai manajemen regu dan kesukarelaan tak ternilai.

Dalam nl.scoutwiki, setiap regu atau tim memiliki banyak hal yang dapat dilakukan, secara opsional dapat dibuat jadwal tugas yang paling sesuai bagi setiap orang. Yang baginya menyenangkan atau membuatnya merasa bahagia. Bukankah kepramukaan itu harus menyenangkan dan menantang bagi peserta didik.

Masih ingat, kapan terakhir kali Anda korve tenda?

Mamuju, 4 Februari 2020

The Latest

To Top
error: Content is protected !!