Jurnal Warga

Latest

KPU Tegak Lurus Mengurus Pemilu

Advertisements

Oleh Adi Arwan Alimin

Hari ini, 18 November 2018. Lima bulan efektif menuju prosesi yang amat dramatis di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019. Momentum yang akan mengubah wajah republik ini. Itu akan menjadi pertunjukan terakbar dalam realitas panggung politik paling mendebarkan tahun depan.

Setiap partisipasi pemilih di bilik suara ibarat penonton pentas drama yang datang ke gedung teater. Seluruh lakon pemain, tata lampu, desain panggung, busana, penataan lighting, pun kemahiran sutradara menjadi ruang penjurian. Publik pemirsa memiliki kedaulatan untuk menilai secara bebas. Merekalah yang akan menentukan sang terbaik, atau setiap peraih kategori terfavorit.

Perumpamaan di atas hanyalah sebuah analogi sederhana. Sejatinya Pemilu ini bukan hanya pada urusan siapa bakal Presiden dan Wakil Presiden terpilih kelak, namun juga mengenai keterpilihan 17 ribu lebih anggota DPRD Kabupaten, 2000-an anggota legislatif provinsi, 500-an wakil rakyat di Senayan. Yang terutama bagaimana masa depan rakyat pemilih, paling tidak dalam tempo lima tahun kemudian.

17 April 2019, makin dekat. Ini semacam hitungan mundur ke tahun depan. Bagaimana kesiapan penyelenggara? Dari sisi anggaran, personil, dan logistik, semua aspek ini telah siap. Bahkan menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Arief Budiman, 34 provinsi dengan 514 kabupaten telah dicek satu per satu untuk memastikan kesiapan penyelenggara. KPU di semua level hingga adhoc telah on the track di tahapan Pemilu.

“KPU siap menyelenggarakan Pemilu 2019,” ujar Arief, yang disambut gemuruh tepuk tangan ribuan peserta Konsolidasi Nasional Penyelenggara Pemilu di Ecovention Ancol, Jakarta, Sabtu, 17 November 2018.

Pages: 1 2 3

The Latest

To Top
error: Content is protected !!