MACET ATAU DELAY…

MACET ATAU DELAY…

Advertisements

Suatu hari karena kemacetan yang parah di Jakarta, juga mencapai jalur ke terminal penerbangan. Saya naik ojek dengan ongkos lumayan. Alhamdulillah setelah meliuk-liuk diantara mobil yang saling ingin mendahului atau penumpangnya mungkin sedang menggerutu sampailah sebelum jadwal keberangkatan.

Setengah berlari saya berusaha mencapai staf bandara yang bikin pemandangan anyes. Beberapa menit lagi pesawat tujuan Makassar itu akan takeoff. Orang yang bergegas seperti ini bukan hanya saya tapi ratusan yang lain pun demikian.

Entah berapa kali boarding pass itu saya pelototi. Memastikan numeriknya sudah benar sebab Jakarta WIB sedang Makassar WITA. Ini perbedaan wilayah yang signifikan, 60 menit. Salah orientasi sedang berada di mana dapat menyebabkan ‘dadadaaa’ pada pesawat.

Saya lalu bergegas ke gate, yang jaraknya lumayan jauh. Orang-orang telah bertumpuk di ruang tunggu. Kursi-kursi terisi penuh. Sebagian penumpang berselonjor di karpet. Tapi lantai amat lapang ini selalu bersih disapu setiap saat.

Selanjutnya para penumpang mesti bersabar karena kru pesawat hari itu rupanya belum sampai. Mereka juga terjebak macet di kota. Saya lalu duduk di sudut memegang sebotol air lalu meneguknya pelan-pelan.

Saya melihat sekeliling siapa tahu ketemu orang sekampung. Sebenarnya ada tips sederhana untuk mengurangi kepanikan seperti itu. Berangkatlah lebih awal, bila terbang subuh cobalah menitip pesan ke petugas hotel, hidupkan alarm, atau titip minta dibangunkan.

Selebihnya siapkan koper atau ransel sebelum rehat. Bila tergolong komunitas susah bangun cobalah tidak bergadang. Belajarlah bersabar dan lebih taktis apalagi bila sedang bepergian sendiri.
*
Saya pernah telat lima menit. Saat itu saya telah berdiri di depan counter penerbangan. Stafnya juga tak pernah bertanya mengapa sampai telat hingga pintu pesawat sudah ditutup. Namun saya diberi potongan sekian persen karena memegang kartu pelanggan.

Syaratnya mesti naik pesawat berikutnya yang akan landing beberapa saat lagi. Saya menunggu hingga pesawat selanjutnya namun ternyata pesawat justeru delay beberapa jam. Alasan teknis. Pada kesempatan lain sering berulang, menanti jadwal terbang beberapa lama. Bahkan pernah enam jam lamanya.

Ini hanya catatan ringkas untuk melumasi beberapa agenda yang tertunda sejak pandemi covid-19. Anda mungkin memiliki pengalaman lebih seru saat macet, atau mungkin ditinggal pramugari. Sori, ketinggalan pesawat.

RumahMenulis, 27Oktober2020

Ilustrasi: raichecpa.com

error: Content is protected !!