Jurnal Warga

Humaniora

Mandar (Ternyata) dari Bahasa Sanskerta

Advertisements

Oleh Adi Arwan Alimin

MANDAR. Telah banyak pendapat tentang istilah mengenai sebuah jazirah atau bentang bekas Afdeling Mandar di masa Belanda. Kini kita menyebut luasan daratan-pegunungan juga lautnya itu sebagai Provinsi Sulawesi Barat.

Yang menarik bagi penulis, mengenai arti atau makna kata Mandar yang telah ada selama ini. Dari sekian tahun sejak pertama kali bergiat, menulis, berdiskusi, atau mendengar orangtua pun budayawan Mandar senior, rasa penasaran itu malah kian memuncak. Penulis meyakini istilah-istilah itu belum padu sebab hanya berkutat pada makna lokalitas bahkan kepanjangan dari akronim yang cukup mendegradasi Orang, atau Manusia Mandar.

Sebutlah ketika ada yang menyebut bahwa Mandar itu berasal dari kepanjangan diksi Mandi Darah. Sebutan ini seolah-olah ingin menunjukkan bahwa orang-orang di bagian barat Sulawesi ini, adalah sekumpulan barbar. Sungguh amat berbeda dengan tabiat Manusia Mandar yang sangat terbuka, santun, setia, penolong, kasih sayang, meski mereka dikenal tidak pernah mundur dari peperangan tersengit yang pernah mereka hadapi.

Mandi Darah, seolah mewakili pengertian bahwa orang-orang di Mandar tidak memiliki kemampuan menyelesaikan masalah selain menghunus senjata. Mereka disudutkan dalam rupa bertabiat kasar, atau emosional bersumbu pendek. Walau pun di Tammejarra, Balanipa Polewali Mandar masih tersisa situs sejarah tentang Bala Tau, tempat manusia diadu saling membunuh untuk mencari keadilan. Artefak purba yang amat menguras sisi kemanusian itu masih ada di atas bukit Desa Tammejarra.

Penulis menduga kata Mandi Darah ini hanyalah semacam sugesti yang terus dipelihara untuk melekati para pemberani. Atau, bisa pula sesuatu yang sifatnya konstruktif, politis, ideologis, yang kemudian justru menimbulkan kegamangan di kemudian hari. Istilah mandi darah sepertinya tak relevan sebab orang atau Manusia Mandar sungguh komunitas bangsa yang sejak dahulu beradab, dan kian berkembang. Mereka memiliki peradaban, dan kebudayaan tinggi yang dapat disusuri.

Yang lazim ada yang menyebut asal mula kata Mandar berasal dari konsep Sipamandar/Sipamandaq yang berarti saling menguatkan satu sama lain. Konsepsi ini dilahirkan ketika komunitas besar cucu Pongka Padang-Torijeqne, atau titisan “Tomanurung”, yang berasal dari Pitu Ulunna Salu (PUS) dan Pitu Baqbana Binanga (PBB) menanam batu (allamungang batu) sebagai bentuk perjanjian di Lujo.

Hingga lahir konsensus abadi… Sisaraq pai mata malotong anna mata mapute, anna mala sisaraq pitu ulunna salu anna pitu baqbana binanga. Perjanjian itu ditingkahi Sumpah yang melaknat bagi siapapun yang mengingkarinya. Diperkirakan maklumat ini diujarkan oleh perwakilan 14 Kerajaan yang saling menumpukkan sumpah di atas kepala kerbau sebagai saudara pada tahun 1600.

Namun, dalam novel epos “Bumi Sriwijaya” karya Bagus Dilla yang merentang kisah awal berdirinya Kerajaan Sriwijaya pada tahun 671 Masehi, para pasukan laut Mandar telah disebutkan berkongsi dengan sekutu lainnya untuk membantu penguasa Malaka melawan para pendiri Sriwijaya. Ini rentang hampir 1000 tahun dari tarikh peristiwa Allamungan Batu di Lujo. Hal itu menunjukkan bahwa definisi itu teramat baru bagi kata Mandar.

Ada pula yang mengatakan kata Mandar berasal dari bahasa Arab, nadara-yanduru-nadra, yang dalam perkembangannya terjadi perubahan artikulasi yang berarti tempat yang jarang penduduknya. Pendapat lain disebutkan budayawan Andi Saiful Sinrang yang menyebut kata Mandar berarti “Cahaya”. Atau, menurut Darwis Hamzah berasal dari kata Mandaq, yang berarti kuat. Juga ada yang mengatakan mungkin dari kata Sungai yang berhulu di Ulumanda. Pun dari kata Meqandaq, yang berarti mengantar pada kebaikan.

Bila kata ini berasal dari bahasa Arab, seberapa banyak kosa kata Arab yang diserap dalam percakapan orang-orang Mandar? Sementara agama Islam mulai masuk ke Mandar pada abad XVI, ketika Arajang Balanipa Ke-IV Tandibella Kakanna I Pattang Daetta Tommuane berkuasa. Pelopor dan penyebar Islam di Mandar, Syekh Abdul Mannan Tosalamaq di Salabose, Sayid Al-Adiy, Abdurrahim Kamaluddin, Kapuang Jawa, dan Sayid Zakariah. Ulama-Ulama besar ini masuk melalui Raja-Raja pada abad ke-16.

Apakah kata yang mendahului sebuah peristiwa, makna atau sebaliknya? Inilah yang memantik keingintahuan penulis sejak membaca beberapa literatur atau bahan bacaan ketika meriset novel epos Daeng Rioso beberapa tahun lalu. Seperti ada hal yang saling melintang, hingga penulis tiba pada simpulan kata Mandar berasal dari perubahan ujaran atau artikulasi kata Mandara yang luluh dari bahasa Sansekerta (India). Yang berarti gunung laut.

Mengapa dengan India dan Sansekerta? Penemuan patung Amaravati (abad ke-2 hingga abad ke-5 Masehi yang ditemukan di Sampaga dekat muara sungai Karama (Bosch, Buddha-beeld dalam “Manusia Bugis”, Pelras), menunjukkan bahwa patung perunggu ini mirip dengan patung lainnya yang ditemukan di Jawa Timur dan Palembang, yang merupakan salah satu bukti paling awal adanya pengaruh India di Indonesia.

Dari catatan Pelras (2006) juga disebutkan, lembah sungai Karama (kini Mamuju, Sulawesi Barat) merupakan salah satu jalur yang memungkinkan mencapai daerah penghasil besi Seko. Dari sedikit lokasi di Asia Tenggara tempat bahan baku besi dapat diproduksi pada masa lalu. Sungai Karama memiliki panjang 175 kilometer bagian utara dari Kabupaten Mamuju. Hulu sungainya berada di sekitar Desa Seko, perbatasan antara Mamuju dan Luwu Utara. Aliran sungai yang diperkirakan Profesor Simanjuntak menjadi pintu masuk banga Austronesia sekitar 3.800 Sebelum Masehi di Kalumpang (edelweisunhas.wordpress.com).

Tujuh Tiang Batu (Yupa) beraliran Siwa di Kutai, Kalimantan Timur yang ditemukan diketahui pasti menunjukkan pada ke-4 Masehi terdapat kerajaan yang dipengaruhi India.
Letaknya tepat di seberang Mandar, dan hanya dipisahkan Selat Makassar (Pelras,28). Huruf yang dipahat di Yupa adalah huruf Pallawa yang berasal dari awal abad ke-5 Masehi, dalam bahasa Sansekerta (wacana.co/prasati-yupa-kutai).

Nama Kutai digunakan sebagai nama kerajaan meskipun tidak disebutkan dalam prasasti yang dianggap sebagai bukti tertua dari kerajaan yang beragama Hindu di Indonesia. Prasasti dengan aksara Pallawa Tua dan berbahasa Sansekerta itu diperkirakan berasal dari tahun 400 Masehi (lihat wartakota.tribunnews.com/mulawarman-prasasti-tertua).

Dalam lagu Mandar, “Tenggang-Tenggang Lopi”, ada isyarat syair tentang “Lambang Liwang di Lallute” dimaknai berlayar atau menyeberang ke Kutai, yang diaminkan sebagian besar sumber di Mandar. Ini menegasi muasal adanya kunjungan sesekali dari orang yang sudah mengalami pengaruh India, dan berdiam tidak begitu jauh dari pulau Sulawesi, atau sebaliknya (?)

Mandara, atau gunung laut itu akhirnya lebih mewakili ciri utama kewangsaan PUS-PBB sebagai suku Mandar, atau rumpun wangsa yang berasal dari pegunungan dan pesisir laut. Penulis belum menemukan atau mendengar istilah dalam Lontara, tentang asal usul kata Mandar. Kecuali penulisan MaNra, atau Man(a)dar(a). Leburannya lebih dekat ke kata Mandar(a) dari Sanskerta ketimbang yang lain.  

Jika pembaca mengetik kata Mandar di Google Terjemahan untuk bahasa Hindi, akan muncul kata Manda(a)r. Pun bila mencari kata Mandar pada aplikasi Map beberapa spot atau titik di India menunjukkan area bahkan nama Jalan Mandar. Di Sulawesi Barat sendiri tidak akan ditemukan desa, dan kecamatan yang merujuk pada kata Mandar. Kecuali untuk frasa Kabupaten Polewali Mandar.

Ingat serial Aladdin yang tayang di Indonesia? Pemeran utama prianya bernama Mandar Jadhav. Aktor ini kelahiran 16 November 1987. “Tidak hanya itu, Mandar juga pernah bermain dalam film layar lebar, SAY SALAAM INDIA pada tahun 2007,” tulis kapanlagi.com.

Sampai di sini penulis meyakini kata Mandar ternyata dari Sanskerta. Bahasa Sansekerta ini (tidak baku), atau Sanskrit, adalah salah satu bahasa Indo-Eropa paling tua yang masih dikenal dan sejarahnya termasuk terpanjang. Yang bisa menandingi usia bahasa ini dari rumpun Indo-Eropa hanya bahasa Het (Wikipedia.org). Wallahu’alam.

Mamuju, Akhir 2018-Awal 2019

The Latest

To Top
error: Content is protected !!