Mandara

Mandara

Advertisements

Oleh Adi Arwan Alimin

Pada gemunung silsilah menaut nasab
Pada laut gelombang mengabar warita
Dari langit kami dilahirkan bersanak
Dari tanah anak-anakmu bersabar

Telah berabad namamu disebut
Dalam lingkar tapak-tapak purba
Melewati sisi cakrawala membentang
Lampau kisahmu meraja samudera
Entah kau datang dari mana hingga moyang kami menyebut pada mantra-mantra di tiang-tiang rumah kami
Entah kau lahir di mana sehingga kami tak tahu merayakan hari pertamamu. Entah kapan kau turun pada apa tahu-tahu tanah dan air menggumpalkan kisah-kisah yang kami baca dari lembar-lembar silam. Entah dari antah-berantah

Namamu sering kami baca, kami tulis, kami semburkan, kami yakini, kami resapi, kami ruapi, kami jaga, kami, kami, kami, kami, kami…

Mandara, gunung laut. Pada kilas tahun, pada riak teluk, pada ombak selat, pada renjana samudera. Angin meniupmu hingga berterbangan melewati pucuk-pucuk pengetahuan. Badai mengantarmu menari diantara kayuh perahu-perahu tak bernama. Datang di sini memberi kami nama, Mandara.

Telah kucari ayah-ibumu pada setiap fonem, pada frasa, dan kata-kata yang mendefinisi. Aku menemukanmu pada hulu, pada lembah-lembah, pada ceruk zaman, pada dinding tanya, Aku memanggilmu Ulu Salu.

Telah kutemukan selusur asalmu pada lembong, pada hitungan beribu buih, pada pertemuan warna di pasir, pada jenjang pantaimu, pada nyanyian badai, Aku menyapamu Baqba Binanga.

Akulah gunung itu. Ulunna Salu
Akulah laut itu. Baqbana Binanga
Mandara, itulah namaku.

Mamuju, 14 Februari 2019

*Mandara dalam bahasa Sansekerta berarti gunung laut.

error: Content is protected !!