Jurnal Warga

Buku

Membaca Partisipasi Pemilih dalam Buku Pemilu 2019

Advertisements

Oleh Adi Arwan Alimin

Tim Sembilan yang menyunting buku partisipasi pemilih Pemilu 2019 saling bergegas ke Jakarta sejak Kamis (11/3). Adalah Sahran Raden; Fahrurrozi, Idham Holik, Gebril Daulai, Diana, Edy Ariansyah, Yulhasni, dan Nugroho Noto Susanto bergantian mengabarkan keriuhan di grup WhatsApp.

Penulis menerima undangan dan kode boking tiket menuju Imam Bonjol dari kang Asep pada hari Rabu sebelumnya. Tim kecil ini diberi deadline untuk segera menuntaskan draf buku ke percetakan paling telat April. Sebenarnya program ini mestinya telah tuntas bulan lalu.

Kamis siang, semuanya telah berkumpul di Aproom KPU RI. Sebuah ruangan yang cukup anyes dan berada diantara bilik yang jauh dari kesibukan staf sekretaris jenderal kantor ini. Rapat kecil langsung dimulai ketua tim Sahran Raden dengan membuka seluruh file yang ada. Layar sentuh yang cukup lebar di ruangan ini menjadi media utama di mana semua mata fokus memandang.

Ada 34 judul naskah yang digarap tim editor. Semuanya merupakan potret yang menggambarkan beragam pola dan metode sosialisasi dan pendidikan. Luasnya tanah air dengan kontur atau geografi yang sangat beragam terlihat jelas dalam paparan berhalaman. Membaca setiap tulisan seolah berselancar dalam gelombang gagasan dan implementasi sosialisasi yang memukau.

Sebagian besar draf buku ini ditulis dalam gaya amat akademis. Mirip-mirip laporan dalam jurnal kampus. Sebagian lain bergaya naratif. Ini juga menggambarkan latar penulis atau para anggota KPU se-Indonesia, yang datang dari kampus, lembaga swadaya, juga para praktisi media.

Sepanjang dua hari ini, Aproom di Imam Bonjol dipadati sharing pengetahuan sesama tim editor. Penulis mereguk cukup banyak kekhasan dari setiap tim.

Dalam banyak kesempatan yang lain kami sesungguhnya telah sangat akrab, namun pergumulan diksi yang juga harus dikerjakan di Mercure Cikini, tim diinapkan di sini, kian mengentalkan pemahaman bahwa bagi penulis profesional sekali pun, editing dari orang lain itu tetap dibutuhkan.

Apa yang menarik dari buku ini kelak? Tentu saja konten yang memuat kepadatan gagasan, strategi, metode yang khas atau best practise dari puluhan provinsi di Indonesia. 34 tulisan di buku ini bagai frame lukisan yang menguarkan warna-warni Indonesia dalam urusan pendidikan pemilih.

Tingkat partisipasi di Pemilu 2019 yang cukup tinggi secara nasional yakni 81 persen lebih dapat dibaca detail di sini. Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih tentu memiliki tabel fluktuatif dalam pijakan kuantifikasi terukur. Setiap Pemilu dan Pemilihan memiliki diskursus berbeda.

Di tengah kesibukannya Viryan Aziz, Komisioner KPU RI bakda Isya masih sempat menghampiri dan memberikan motivasi dan arahan kepada tim editor. Agar buku ini dapat diluncurkan 17 April mendatang tepat setahun pelaksanaan Pemilu 2019.

“Buku ini kita harap dapat memantik budaya literasi untuk KPU kabupaten/kota di Indonesia,” kata Viryan di Mercure Cikini.

Hujan deras yang mengguyur Jakarta semalam seolah ikut mendedah derasnya ide dan ekspektasi bagi kualitas Pemilu dan demokrasi di Indonesia.

Imam Bonjol, 13 Maret 2020

Membaca Partisipasi Pemilih dalam Buku Pemilu 2019

The Latest

To Top
error: Content is protected !!