Menikmati Ambu Kuliner Khas Pamboang

Menikmati Ambu Kuliner Khas Pamboang

Advertisements

Oleh Adi Arwan Alimin
(Writer)

AMBU atau Barakota. Ini jenis ikan yang hidup di perairan Mandar, Sulawesi Barat. Bila meramunya dengan resep bersantan jadilah sebagai kuliner khas yang mengayakan selera makan. Anda pernah melalap ambu?

Memiliki nama Latin Barracouta atau Thyrsites atun (Euphrasén, 1791), cirinya panjang dengan sirip atas berduri banyak dari punggung hingga ekornya. Panjangnya dapat mencapai 200 cm lebih. (jalankampung77.blogspot.com)

Barakota termasuk ikan nokturnal atau ikan yang aktif bergerak mencari makanan pada malam hari (wikipedia). Kerap membuat para pemancing kewalahan. Giginya tajam dapat memutuskan tali pancing, baik PE maupun senar leader. Termasuk daftar ikan favorit pemancing, bagaimana tidak barakota sering menunjukkan perlawanan ala ikan dari perairan laut dalam.

“Nelayan biasanya menggunakan kawat ‘rem’ sebagai alat bantu, sebab tasi bisa putus,” sebut aqba Tammalele, di Pamboang sambil menceburkan jepa ke dalam ambu bersantan tak jauh dari areal bekas sapo Maraqdia Pamboang.

Ikan ini merupakan komoditas penting secara komersial. Barakota rupanya memakan krustasea, cumi dan juga ikan-ikan kecil seperti teri. Bisa ditemukan di perairan lebih dari 100 meter, dan menyukai suhu air laut antara 13 hingga 18 derajat celsius.

Menikmatinya dapat dengan ragam olahan. Kamis sore (13/6) kemarin, di Basecamp 17 Pamboang penulis diundang menikmati kuliner istimewa ini. Tuan rumahnya, Mursyid Wulandari, anak muda yang menggemari fotografi dan kebudayaan lokal Mandar. Beberapa pegiat literasi juga hadir massiara/mallipo.

Ambu sesungguhnya tak memiliki resep rahasia. “Dengan merica sama cabe kecil, ditumbuk. Untuk kuah direbus bersama santan ditambah garam secukupnya. Bagusnya ikan ambu direbus terlebih dahulu sebelum dicampur santan. Agar tidak terlalu lama dimasak,” papar Mursyid menirukan resep dari istrinya.

Karena datang lebih awal dari Mamuju, penulis menikmati ambu pada kesempatan pertama. Kuliner ini sebenarnya sudah lama dibincangkan sebagai menu ikan yang tak kalah sedapnya. Di Mandar, Sulawesi Barat sebagai daerah maritim memiliki kekayaan kuliner olahan ikan, peluang untuk mendukung dan menggerakkan destinasi wisata. Sayang poin ini belum diseriusi.

Yang telah melegenda selama ini memang baupeapi dari tuna, cakalang atau jenis ikan lainnya. Tapi di Pamboang yang berjarak sekitar 15 menit dari kota Majene, Ambu yang kini makin populer seolah menyembul dari palung selera orang-orang yang ingin menjajal menu berkuah ini. Limpahan kekentalan santan, dan tekstur ambu bakal memuaskan lidah.

Ingin melahap ambu? Berkunjunglah ke Pamboang, lalu seraplah bersama keramahan orang-orang dari “Negeri Pura Paraqbueq” ini. Salamaq!

Tinambung, 14 Juni 2019

error: Content is protected !!