Pemilu 2019, dan Antusias Pemilih yang Menanjak

Pemilu 2019, dan Antusias Pemilih yang Menanjak
Advertisements

Jumlah partisipasi dan mutu keterpilihan peserta Pemilu memang hal yang selalu bersisian. Namun dengan meluasnya informasi dan media yang aksesibilitasnya makin dekat ke pemirsa dan pembaca, literasi kepemiluan kian mencerdaskan sebagian besar pemilih. Pemilih tentu saja memiliki pengalaman historis dari pemilu ke pemilu baik secara pribadi maupun kolektif.

Survei Populi Center mendapati sebanyak 78,1 persen masyarakat mengetahui adanya Pemilu Serentak yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang. Jumlah ini meningkat bila dibandingkan survei pada Agustus 2018 sebesar 74,2 persen. Sementara target partisipasi masyarakat KPU RI di Pemilu 2019 setinggi 77,5 persen.

“Survei tersebut dilakukan di 34 provinsi 23 September hingga 1 Oktober 2018, melibatkan 1.470 responden dengan proporsi gender, laki-laki dan perempuan masing-masing 50 persen, dan margin of error 2,53 persen,” ujar Peneliti Populi Center Dimas Ramadhan, lansir Antara yang penulis nukil dari m.liputan6.com, Kamis, (25/10/2018).

Di Amerika, misalnya, rakyat mengakui pentingnya memilih dalam kontestasi demokrasi. Dalam survei Pew Research Center 2018, 74 persen responden menilai partisipasi Pemilu sebagai penentu kewarganegaraan. Ini perihal yang sangat penting, di atas membayar pajak dan taat pada hukum.

Dalam siklus lima tahunan ini, kita harus tetap menjaga pemilih yang telah memenuhi syarat agar tidak kehilangan kesempatan dalam proses pengambilan keputusan di bilik suara. Secara berjenjang semua upaya itu dilakukan jajaran KPU hingga ke tingkat adhoc hingga hari ini.

Mamuju, 8 November 2018

Pages: 1 2
error: Content is protected !!