Jurnal Warga

Humaniora

Pramuka Garuda, Andakah Elang Berikutnya?

Advertisements

Penghargaan Pramuka Garuda (Eagle Scout) pertama kali diperkenalkan tahun 1911 (wikipedia). Merupakan peringkat tertinggi yang diberikan dalam program Kepramukaan bagi peserta didik laki-laki maupun perempuan.

Seorang peserta didik dapat diberikan setelah dianggap memenuhi syarat dan telah melewati penilaian dewan kehormatan di kwartirnya.

Para Elang Pramuka ini figur muda yang dinilai memiliki kapasitas, antusiasme dalam keterampilan kepramukaan dan menjalankan sumpah atau darmanya. Di Indonesia pencapaian golongan tertinggi ini diatur dalam Keputusan Kwartir Nasional Nomor 038 tahun 2017 tentang Jukran Pramuka Garuda. Sebelumnya Nomor 101 tahun 1984 dan 180.A tahun 2008 tentang Jukran Pramuka Garuda.

Pramuka Garuda merupakan sebutan bagi Pramuka yang telah menyelesaikan tingkat kecakapan tertinggi pada jenjang pendidikan/golongan peserta didik. Pramuka Garuda juga merupakan seorang anggota Pramuka yang dapat menjadi teladan dan telah memenuhi syarat. Apakah setiap peserta didik boleh menerima dan disemat anugerah kehormatan ini?

Inilah Syarat Pramuka Garuda

Bagi Golongan Siaga, menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) tingkat Siaga Tata, berlatih sekurang-kurangnya dua bulan setelah dilantik. Memiliki Tanda Kecakapan Khusus (TKK) minimal 4 (empat) macam dari masing-masing bidang kecakapan khusus.

Siaga Tata juga telah mampu menunjukkan minimal tiga hasil hasta karyanya. Pernah mengikuti pertemuan Pramuka Siaga di kwartirnya, dan perkemahan satu hari (Persari). Serta telah dapat menggunakan perangkat komputer.

Bagi Pramuka Penggalang, telah menyelesaikan SKU Terap dan berlatih sekurang-kurangnya 2 (dua) bulan setelah dilantik. Memiliki TKK minimal 5 (lima) macam dari bidang kecakapan khusus. Sekurang-kurangnya 2 (dua) macam tingkat utama dan 3 (tiga) tingkat madya. Jenisnya ditentukan oleh gugus depan di mana Penggalang berada.

Syarat lain, menjadi contoh yang baik dalam Pasukan Penggalang, di rumah, di sekolah, dan bermanfaat bagi lingkungan pergaulannya sesuai satya dan darma Pramuka. Ia juga wajib membuat minimal 6 (enam) macam hasta karya, dapat menggunakan komputer, dan teknologi informasi minimal internet.

Terakhir, seorang Penggalang yang ingin mencapai Pramuka Garuda dapat berkomunikasi atau menggunakan salah satu bahasa internasional.

Bagi Calon Penegak Garuda, cermati syaratnya: memahami UUD RI 1945, UU RI Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, tingkat Laksana dan berlatih sekurangnya minimal 3 (tiga) bulan setelah dilantik, menjadi contoh yang baik di dalam gudep, di rumah, di sekolah/perguruan tinggi, di tempat kerja, dan di masyarakat sesuai Trisatya dan Dasa Darma.

Selanjutnya, memiliki TKK Penegak minimal 9 (sembilan) macam dari masing-masing bidang khusus. Sekurang-kurangnya dua utama, dan tiga tingkat madya. Jenis TKK yang diwajibkan sesuai ketentuan gugus depan di mana Penegak aktif. Pernah mengikuti pertemuan Penegak tingkat Ranting, Cabang, dan Daerah.

Syarat lainnya, tergabung dalam satuan karya Pramuka dan mampu mengaplikasikan keterampilan di saka tersebut. Aktif membantu gugus depan dan dapat mengoperasikan komputer serta memanfaatkan teknologi informasi internet. Serta aktif menggunakan salah satu bahasa internasional.

Syarat selanjutnya, dapat menyelenggarakan suatu proyek produktif yang bersifat perorangan atau bersama di lingkungan, dan sebagai penabung yang rajin dan teratur. Mampu menunjukkan kecakapan di bidang seni budaya, olah raga, dan ilmu pengetahuan dan teknologi di depan umum.

Serta dapat melakukankegiatan pembangunan di lingkungannya dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan penilaian.

Sementara bagi peserta didik yang ingin mencapai Pandega Garuda, perhatikan syarat berikut. Memahami dan dapat menjelaskan dengan baik UUD RI 1945, menjadi contoh yang baik di Gerakan Pramuka, di rumah, di sekolah/perguruan tinggi, di tempat kerja dan di masyarakat.

Telah mengikuti tiga kali acara yang dipilihnya, antara lain: a) pertemuan Pramuka T/D tingkat ranting, cabang, daerah, nasional dan internasional. b) PW, perkemahan salah satu satuan karya atau perkemahan bakti sekurang-kurangnya tingkat cabang. c) integrasi masyarakat, atau pembuatan proyek-proyek kegiatan

Calon Pandega Garuda juga pernah membuat perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengawasan, dan penilaian dari kegiatan Pramuka Siaga, Penggalang, dan Pramuka Penegak. Aktif membantu Pembina Gugus Depan.

Dua syarat terakhir, dapat mengoperasikan komputer dan memanfaatkan teknologi informasi internet dan secara aktif menggunakan salah satu bahasa internasional.

Bagaimana mencapai level tinggi ini? Peserta didik harus aktif mengikuti proses latihan sesuai arahan pembina, dan menjadi teladan di lingkungannya. Pembina juga memberi motivasi dan bimbingan terus menerus dalam satuan pendidikan dan lingkungan dengan mengacu pada prinsip dasar dan metode kepramukaan.

Keluarga pun mesti memberi dorongan dan suasana yang menyenangkan bagi peserta didik melalui proses tahapan latihan yang memadai di gudep, sehingga memiliki kemampuan mencapai predikat Pramuka Garuda.

Kwartir dengan jajaran dewan kehormatan memberikan motivasi dan fasilitasi penyelenggaraan pencapaian Pramuka Garuda ini. Kwartir selanjutnya membentuk tim penilai bagi peserta didik, yang hakikatnya dilakukan secara perorangan. Pencapaian Pramuka Garuda tidak dapat dilaksanakan secara massal.

Tim Penilai yang dibentuk kwartir cabang melakukan penilaian dengan cara pengamatan langsung, wawancara, membaca dan mendengar keterangan dari pihak ketiga/teman sebaya dan unsur lingkungan terdekat. Calon mengisi formulir penilaian Pramuka Garuda, dan beberapa diantaranya melalui uji kecakapan.

Rekomendasi Tim Penilai selanjutnya akan ditetapkan melaluibkeputudan kwartir cabang. Upara pemberian tanda Pramuka Garuda diberikan saat upacara di tingkat kwartir cabang.

Di Indonesia istilah yang digunakan Pramuka Garuda, di Amerika Serikat disebut Eagle Scout, di Jepang Fuji Scout, di Korea Tiger Scout, di Malaysia Pengakap Raja, lalu istilah lainnya yang berbeda di sejumlah negara.

Pramuka Garuda mulai diperkenalkan di Indonesia pada masa bakti 1978-1983, saat Sekjen Kwarnas Kak Soedarsono Mertoprawiro pulang melawat dari Amerika Serikat. Ia melaporkan ke Kak Mashudi yang saat itu sebagai Ketua Kwarnas. Bahwa Eagle Scout memiliki aktivitas yang sangat positif (bertysinaulan, 2017). Lalu dipilihlah nama Pramuka Garuda.

Kita berharap agar Scout Eagle atau Pramuka Garuda akan menunjukkan scout spirit, yakni suatu sikap ideal berdasarkan Trisatya dan Darma, layanan dan standar dini kepemimpinan peserta didik. Ini memang merupakan program yang harus direncanakan, diatur, dipimpin, dan dikelola oleh setiap anggota Pramuka dengan arahan orang dewasa atau pembinanya.

Penghargaan tertinggi ini awalnya disusun sebagai Wolf Scout oleh Boy Scout of Amerika. Medali Scout Eagle pertama kali diberikan pada Arthur Rose Eldred tahun 1912, seorang Pramuka berumur 17 tahun dari Pasukan 1 Rockville Centre, Long Island, New York. Ia memenuhi syarat dengan sebelumnya berhasil mengumpulkan 21 lencana.

Bagaimana di gugus depan atau di kwartir Anda? Sudah ada berapa calon Pramuka Garuda yang siap menjalankan progran layanan masyarakat mandirinya?

Ini tentang bagaimana Gerakan Pramuka mengubah kehidupan kaum muda melalui pengembangan keterampilan kepemimpinan, karakter, kewarganegaraan, kebugaran fisik mental mereka. Frank Tsuru, Presiden National Scout Association mengatakan, Eagle Scout adalah salah satu sumber daya terbaik negara… (nesa.org).

Perjalanan Elang telah dimulai, apakah Anda akan menjadi Pramuka Garuda berikutnya?

Mamuju, 6 Februari 2020

Adi Arwan Alimin
#ATAS
#4032

Foto : Anggota regu Gudep Wildan Mamuju saat memasak di perkemahan

The Latest

To Top
error: Content is protected !!