SEPEDA MINI

Home » SEPEDA MINI
SEPEDA MINI
Advertisements

Oleh: Adi Arwan Alimin

Sepertinya ini roda dua pertama yang saya miliki. Warnanya agak merah pupus, untuk tidak menyebutnya serasa pink. Roda angin inilah yang membuat saya mengenal rute-rute yang jauh bagi level anak-anak. Mungkin sebelumnya ada sepeda beroda tiga ya.

Di usia kelas IV saya sudah menjejak Buttu Dakka, di sana ada rumah tante atau Puaq, tak jauh dari jembatan buatan Belanda itu. Dengan sepeda ini pula saya pernah nyemplung ke ledeng atau saluran air. Hari itu saya melintasi sebuah keramaian yang menanggap Kuda Kepang di Sugihwaras, karena terus menyimak dentum gong dan keramaian yang sesak di jalan, sepeda mini itu terjun ke ledeng. Cukup dalam, tentu saja saya ikut tenggelam. Alhamdulillah orang-orang melihat saya dan segera menolong.

Besoknya saya melintas lagi di sana. Saya sering mondar-mandir ke Buttu Dakka karena senang mandi-mandi di sana.

Saat antraksi sepeda BMX sedang demam di Kampung Jawa, sepeda mini itu masih ada. Hingga suatu malam, sepertinya malam lebaran, saya ikut konvoi anak-anak Brawijaya yang memiliki bendera “Victorya”. Klub sepeda yang pernah jaya di trek balap cross dari Polewali hingga Campalagian. Saya salah satu pendiri organisasi yang kami bentuk pada usia SMP.

Saya sebenarnya tidak pernah dilarang mau bersepeda ke manapun, kecuali antraksi angkat ban atau jumping. Suatu malam bunda saya di rumah berdiri melihat kami menggelar antraksi di jalan raya. Saya yang sedang mengemudi sepeda dengan cara membelakangi setang melihat beliau senyum-senyum di bawah terang lampu merkuri. Itu rasanya mistis banget.

Dan, esok pagi saya tak lagi melihat sepeda itu di belakang pintu. Tapi terikat menggantung di atas gelagar rumah. Tanpa babibu, saya maklum saja. Hanya saya tak dapat lagi disuruh ke tujuan yang jauuuh… saya selalu menunjuk sepeda mini itu. Saya tidak pernah tahu siapa yang telah mengikat sepeda itu tinggi-tinggi.

Selang beberapa hari sepeda itu kembali standar di teras rumah. Tapi saya tak pernah lagi memakainya jumping atau menunjukkan keterampilan memutar pedal sambil meletakkan kaki di poros ban depan-belakang, apalagi membelakangi setang. Saya tahu orang-orang di rumah jauh lebih sayang. Mereka memang para Pahlawan dalam hidup saya.
*
Saya ikut senang bila sepeda mini kembali memuaikan nostalgia. Paling tidak bukan hanya untuk meramaikan jalanan tetapi juga untuk menghidupkan kembali bengkel-bengkel sepeda lokal yang beberapa bulan terakhir diamuk sepeda impor. Sepeda mini Indonesia: Minions.

TampaPadang, 10 November 2020

error: Content is protected !!