Sharing di Parigi, dan Baalas Itu…

admin
Advertisements

Oleh Adi Arwan Alimin

Selasa, 10 September pagi, saya bersama Yusuf, staf KPU Provinsi start dari Mamuju. Sekitar jam 07.00, kami meluncur dari halaman parkir kantor di Jalan Soekarno-Hatta. Putri saya Dzakirah ikut mengantar hingga turun di sekolahnya, ia memang ikut dari rumah, sejatinya dialah yang diantar ke sekolah hari itu.

Perjalanan Selasa pagi lalu, merupakan rangkaian agenda untuk mengikuti Konsolidasi Regional Nasional (Konregnas) II Partisipasi Masyarakat KPU RI di Manado, Sulawesi Utara. Konregnas kali ini melibatkan seluruh KPU Kabupaten se-Sulawesi, Maluku, Papua, Jateng dan Jatim. Memanfaatkan momentum regional ini KPU Sulbar, KPU Sulteng, Gorontalo, dan Sulut menggelar Knowledge Sharing Election, atau “Berbagi Pengalaman untuk Pilkada” 2020. Konregnas digelar 12-14 September di Four Points, Manado.

Sekitar pukul 09.30 kami singgah di kantor KPU Mamuju Tengah, bertemu ketuanya Suryadi Rahmat, dan Ahmad Nuhung sekretaris Mateng. Tak sampai sejam, perjalanan dilanjutkan ke Pasangkayu. Di kabupaten paling ujung Sulbar ini, penulis bertemu tiga komisioner, Sahran Ahmad, Heriansyah, dan Harlywood, perihal yang kami bahas mengenai kepesertaan mereka di penilaian Award Pemilu 2019 KPU RI, juga mengenai kesiapan NPHD Pilkada 2020. Dua hal yang juga dibincang saat di Mateng sebelumnya.

Selasa pagi hingga siang, penulis saling menunggu dengan tim penilai Award 2019, Anhar katinting.com dan Muhammad Ilham Radar Sulbar. Karena ingin sampai lebih sore di Palu, Sulawesi Tengah saya meluncur sekitar jam 14.45. Kota Palu kami jejak sekitar jam 17.15. Durasi yang agak lama mengingat di SPBU yang kami lewati menuju Palu, selalu memasang plang solar habis. Kami selalu singgah. Setidaknya ada empat pom BBM yang kami sambangi sebelum mengisi solar di Donggala.

Jelang Maghrib kami sudah berada di kawasan Masjid Agung Palu. Rumah ibadah ini tampak retak di sana-sini. Di halamannya dibangun masjid darurat yang disponsori Dewan Masjid Indonesia. Penulis berbuka puasa di kedai bakso bakar yang menjual di halaman masjid, di sini terdapat puluhan penjaja makanan. Di sekitar masjid juga masih terdapat tenda-tenda darurat yang menampung korban gempa 2018 silam. Jamaah shalat di dalam bangunan darurat yang berukuran luas, sedang masjid Agung yang rusak di depannya tak lagi digunakan untuk aktivitas ibadah. Bangunan besar itu sepertinya masih dibiarkan seperti saat baru digoyang lindu. Tapi anak-anak dan remaja, tidak kuatir sedikit pun, mereka bermain di pelataran atau di tangganya yang lebar.

Kordiv Parmas KPU Sulteng, bapak Sahran Raden kemudian mengarahkan agar kami bermalam di sekitar Jalan Sisingamangaraja, tak jauh dari kantor KPU Sulteng. Hotel Lawahba lalu menjadi pilihan, di depannya juga terdapat warung masakan Padang yang rendangnya cukup nendang. Sedang di sisi kanan hotel berdiri SPBU. Yang unik, rupanya kantor KPU Sulteng pindah ke sini pula. Menempati rumah toko yang satu tembok dengan Alfamidi. Kantor di sini sementara, sebab kantor lama sedang dibangun ulang.

Next Post

Dirgahayu Buatmu Sulawesi Barat

Oleh Adi Arwan Alimin 20 September 2004 siang, telepon kantor Harian Radar Mandar (kini Radar Sulbar), di Pekkabata Polewali berdering. Intinya, Pemkab Polewali meminta salah seorang wartawan dikirim bersama rombongan pemerintah daerah ke Jakarta, untuk meliput rapat pleno pengesahan Provinsi Sulawesi Barat di DPR RI. Naskah M. Nabhan Pemred kami […]

Subscribe US Now