Standar Pembelajaran Era Pandemi

Standar Pembelajaran Era Pandemi

Advertisements

Oleh: Mirawati
(Pengawas SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar; Waketum PP IGI)

Dalam satu semester, setiap mata pelajaran memiliki minimal 4 Kompetensi Dasar yang harus dituntaskan. Idealnya, selama enam bulan pembelajaran, peserta didik harus menguasai semua KD tersebut. Faktanya, setiap semester, selalu diadakan remedial karena tetap saja ada peserta didik yang tidak sanggup menuntaskan KD tersebut.

Menilik dari sisi kemanusian, sangatlah wajar. Bisa dibayangkan, terutama pada jenjang SMA/ SMK, ada 17- 21 mata pelajaran yang harus dipelajari setiap pekan. Lima puluh persen saja guru yang memberi PR, maka anak harus mengerjakan 10 tugas dalam seminggu.

Sementara pagi sampai jelang sore waktunya sudah dihabiskan di sekolah untuk belajar. Bagi anak yang sangat disiplin mengerjakan tugas sekolah, hampir tidak punya waktu lagi untuk melakukan hobi, bakat dan minatnya. Kesempatannya nyaris habis untuk urusan sekolah.

Nah, kalau dalam kondisi normal saja peserta didik tidak mampu menguasai semua KD tiap- tiap Mapel, bagaimana ketika berada dalam kondisi tak lumrah seperti saat harus Belajar dari Rumah karena pandemi Covid-19? Muatan Kurikulum 2013 yang sangat padat tidak mungkin akan dapat terselesaikan dengan sistim pembelajaran jarak jauh.

Guru bisa saja memaksakan, meminta anak-anak membaca, mencatat materi, menanyakan yang belum mengerti dan mengerjakam tugas- tugas yang diberikan melalui salah satu aplikasi pembelajaran digital online. Namun efektivitasnya masih belum terjamin. Kalau dipaksakan, dikhawatirkan anak- anak bukannya cerdas, malah stres. Karena itulah harus ada solusi jitu dalam melakukan PJJ agar tujuan pembelajaran tetap tercapai.

Pemerintah harus mengeluarkan panduan praktis yang tidak membingungkan. Guru mesti merencanakan pembelajaran sesuai dengan panduan tersebut. Namun yang perlu diingat sebelum pemerintah membuat panduan, adalah tujuan dari pendidikan itu sendiri. Makna mencerdaskan kehidupan bangsa sangatlah luas.

Cerdas bukan hanya pada penguasaan materi yang ada dalam kurikulum. Cerdas bukan hanya ketika mampu meraih peringkat 10 besar. Cerdas bukan hanya ketika menyabet berbagai juara dalam beragam lomba. Cerdas di era milenial ini jauh lebih luas dari itu semua. Menguasai keterampilan abad 21 dengan kemampuan 4C lebih dalam dari sekadar menguasai isi buku paket, juara kelas dan mengoleksi puluhan piala.

error: Content is protected !!