Syair Cinta Buat Sulawesi Barat

admin
Advertisements

Oleh Adi Arwan Alimin

Tahun 1999. Dan tahun-tahun sebelum itu. Telah mengular dan menyeruak pada nadi dan nalar para pengggas untuk sebuah kemerdekaan bangsa. Ya, sebuah bangsa bernama Mandar yang melingkupi tanah-tanah, yang berdiri di batas gunung-gemunung, pantai-pantai, ceruk tebing menganga, muara dan hulu, bahasa yang majemuk, dari ujung jazirah di Paku hingga batas di Utara, Suremana.

Tahun 1999. Dan tahun-tahun sebelum itu. Bentang alam ini telah merangkai sebuah lanskap negeri yang merdeka, sebab sejak mula dahulu berdaulat. Pada 10 November 1999 sebuah bendera Merah Putih dikerek ke ujung tiang tanpa temali. Di Galung Lombok pekik perpisahan dengan induk semang ditabuh dalam genderang di dada para pejuang. Di sana ada Maraqdia yang memimpin keberanian para lelaki pemberani. Di atas maklumat yang mereka tahu membenturi dinding angkara.

Tahun 1999. Dan tahun-tahun sebelum itu. Gelombang pun datang silih berganti. Melewati pundak pejuang yang letih dengan mata yang nanar. Kesangsian dan olok-olok antara mereka yang begitu yakin, dan yang tidak pernah kehabisan kata-kata menyemburkan luka-luka. Tetapi seluruh renik pejuang itu telah lama kebal dari bebalnya pikiran. Urat-urat mereka pun putus melindap dalam harapan-harapan penuh.

Next Post

Merpati di Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019

Oleh Adi Arwan Alimin MASIH pagi. Sekitar pukul 06.30 puluhan orang telah berkumpul di bawah tenda kerucut yang disiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Barat. Tanggal 23 September 2018, tahapan Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 akan digelar di sini. Di anjungan Pantai Manakarra Mamuju. Saya termasuk peserta karnaval pagi ini […]

Subscribe US Now