Tag: Cerpen

Home » Cerpen
AIR MATA DI BUKIT TSUR
Post

AIR MATA DI BUKIT TSUR

Cerpen: Adi Arwan Alimin AKU akan bercerita mengenai persahabatan paling agung. Yang tak dapat ditakar dengan nilai apapun di bumi ini. Tiada seorang yang memilih menjadi pendamping, atau pengikut paling setia seperti kisah yang akan dituturkan. Ia seseorang yang sesunguhnya berumur lebih tua, dan lebih dikenal sebelum masa ini menjulang sebagai keemasan yang menyinari segala...

Kapan Kita Seharusnya Bertemu
Post

Kapan Kita Seharusnya Bertemu

Cerpen: Adi Arwan Alimin Kota ini sepertinya terlalu bising. Ruang berpendingin berdinding kaca pun tak mampu meredam gemuruh jalanan yang berisi kendaraan lalu lalang, warung kopi ini berada di simpangan kota sehingga selalu ramai pengunjung. Orang-orang yang datang pun tak kalah hebohnya. Kepul asap tembakau yang berasal dari partisi bebas mengepul, menambahi keruwetan bangunan persegi...

Cerpen: Corona
Post

Cerpen: Corona

Oleh Adi Arwan Alimin Tergopoh-gopoh lelaki paruh baya itu menjejak undakan persawahan di tepi desa. Sebuah daratan yang membujur luas hampir 30 derajat hingga di puncaknya terdapat dangau tempat warga seringkali bertemu. Lelaki itu mengatur napasnya satu demi satu sebelum mengutarakan isi kepalanya. Di bawah sana sepeda motornya di parkir, mungkin tak kuat mendaki hingga...

Cerpen: Kindo
Post

Cerpen: Kindo

Oleh Adi Arwan Alimin Langit-langit kamar itu seolah sebuah ruang persegi empat yang terus berbicara padanya. Tingginya kira-kira tiga atau empat meter, bukan dibuat dari ramuan tripleks atau bilah kayu yang dipernis tukang kampung sebelah. Tetapi lembar terpal berwarna biru yang direntang sambil dikerat potongan bambu agar lebih kuat dan rapih. Warna itu seperti langit...

Tiga Besar Sayembara Cerpen Jurnalwarga
Post

Tiga Besar Sayembara Cerpen Jurnalwarga

Mamuju — Akhirnya tiga cerpenis memenangkan sayembara penulisan cerpen yang digelar laman Jurnalwarga.net. Sebanyak 20 naskah yang diterima panitia hingga batas akhir 19 Mei lalu, tanpa memperpanjang durasi meski beberapa peserta menyampaikan keterlambatan. Tim kurator yang dipimpin novelis Mira Pasolong memilih tiga nama setelah diskusi cukup panjang dengan dua kurator lainnya; Andhika Mappasomba dan Adi...

error: Content is protected !!