Tag: Wonomulyo

Home » Wonomulyo
WEDANA
Post

WEDANA

Oleh: Adi Arwan Alimin Tuan, hampar kampung ini kian merentang nasibnya, hingga setiap jengkal rimbun daun dari pohon-pohon melebat, juga payah dari belulang meniris peluh seolah hanya menua. Ribuan purnama mengapung di petak pematang yang menampung semburat senja. Gerobak telah lama pergi dari jalan di sini. Tuan, gulita dan kerling kunang-kunang berganti lampu hemat energi....

New Lebaran Ketupat
Post

New Lebaran Ketupat

Adi Arwan Alimin Untuk yang Lebaran Ketupat di Kappung Jawa, salam hangat opor ayam, dan lontong sayur. Ungkapan ini mewakili gumpal rasa kangen beruap rempah-rempah bagi tanah kelahiran saya; Sidodadi, Wonomulyo. Kota kecil ini terlalu disarati limpahan kenangan yang membuat generasinya selalu ingin pulang. Lebaran Ketupat pada dasarnya kegiatan Syawalan bakda Idul Fitri, tepatnya setelah...

Warung Kartini, Ikon Nasi Berenang Wonomulyo
Post

Warung Kartini, Ikon Nasi Berenang Wonomulyo

Warung apa yang paling melegenda di Kappung Jawa? Salah satunya pasti “Kartini”, sebuah lapak kuliner khas yang berdiri tahun 1980. Mbah Waginten, dan putrinya Muntiani mungkin tak pernah menduga bila keputusan mereka membuka warung akan bertahan hampir setengah abad. Resep soto ayam atau Sota, sebutan pada awalnya yang kemudian mengalami metamorfosis di lidah orang Mandar,...

Menikmati Nasi Pecel Mbak Tini
Post

Menikmati Nasi Pecel Mbak Tini

Oleh Adi Arwan Alimin TAK sulit menemukan warung makan ini. Bila anda berada di Pasar Induk Wonomulyo, bertanyalah pada beberapa orang mereka akan langsung menunjukkan tempat makan yang bertirai kain ini. Ukurannya sekitar tiga kali enam meter, bersisian dengan los pedagang campuran dan rempah-rempah. Saat penulis menyambangi warung ini beberapa orang telah duduk di bangku...

WONOMULYO
Post

WONOMULYO

Oleh: Adi Arwan Alimin Mereka bersama mimpi Pada lipatan masa Berduyun asa Di tanah Mandar kini Berpetak huma peladang Melintasi teluk Wajah ditekuk Terbayang selayang Bersuku-suku asalmu Melukis perjalanan Melewati nun Antara cakrawala Tibalah engkau dilampau Meniti jejak silam Di tanah baru Melukis kanvas malam Di tepi hutan jenggala Kau menyulur salam Menera kata Sebab...

error: Content is protected !!