TERIMA KASIH ARIF BUDIMAN, SELAMAT MENGEMBAN AMANAH ILHAM SAPUTRA

Home » TERIMA KASIH ARIF BUDIMAN, SELAMAT MENGEMBAN AMANAH ILHAM SAPUTRA
TERIMA KASIH ARIF BUDIMAN, SELAMAT MENGEMBAN AMANAH ILHAM SAPUTRA
Advertisements

Oleh: Nugroho Noto Susanto (Anggota KPU Riau)

Hari ini, 17 April 2021. Tepat dua tahun Pemilu serentak pertama diselenggarakan di Indonesia. Pemilu 2019 yang menyedot energi anak bangsa. Pemilu yang membawa catatan menggembirakan dan menyisakan banyak evaluasi. Bagi yang berada di Penyelenggara Pemilu, pasti memahami betapa tidak mudahnya melakukan kerja manajemen pemilu lima surat suara itu. Namun sebagaimana lumrahnya penyelenggara Pemilu, bagaimanapun sistem pemilu yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang, penyelenggara pemilu harus siap melaksanakannya.

Sembilan Desember 2020 lalu, bangsa Indonesia juga telah melaksanakan Pemilihan (Baca:Pilkada) di masa pandemi Covid-19 pertama di Indonesia. Belum pernah bangsa ini melakukan Pemilihan atau Pemilu di masa pandemi. Tantangan paling awal dihadapi penyelenggara pemilu, khususnya KPU. KPU dituntut melakukan adaptasi teknis penyelenggaraan Pemilihan dengan protokol kesehatan. Mengingat hal ini masih perdana, dan perlu pembacaan secara cermat serta koordinasi banyak pihak, khususnya pemangku kepentingan di bidang kesehatan. KPU berhasil juga merumuskan ketentuan adaptasi protokol kesehatan pada Pemilihan 2020. (PKPU 6, 10, dan 13 Tahun 2020) Tahapan pemilihanpun harus menyesuaikan protokol kesehatan. Dari seleksi badan adhoc, tahapan Pencalonan, kampanye, hingga puncaknya di hari pemungutan suara. Alhamdulillah tidak terjadi klaster pilkada 2020. Bayangkan, Coklit dengan pendekatan sensus itu, dan puncak hari H, jutaan rakyat bergerak ke TPS, tak terdapat klaster Covid-19. Terima kasih ya Allah, Tuhan Yang Maha Mengatur.

*

Adalah pak Arif Budiman, Ketua KPU RI, nakhoda utama yang telah berhasil melaksanakan Pemilu serentak perdana di Indonesia tersebut. Tentu Ia tidak sendiri. Pak Arif Budiman didukung enam anggota KPU RI, jajaran KPU hingga tingkat TPS, dan semua penyelenggara Pemilu. Alhamdulillah, Indonesia sukses melewati tantangan penyelenggaraan Pemilu serentak perdana dan Pemilihan di masa pandemi pertama itu. Kekhawatiran rendahnya partisipasi ditepis. Delapan puluh satu persen pemilih datang ke TPS pada pemilu 2019, dan tujuh puluh enam persen hadir ke TPS menggunakan hak suaranya pada Pemilihan 2020. Partisipasi pemilih ini dicatat tertinggi sejak 2004 penyelenggaraan pemilu dan pemilihan.

Saya menyadari, terdapat catatan tentunya terhadap dua penyelenggaraan elektoral itu. Namun kita juga mesti menginsafi, bahwa dua hajat elektoral itu memiliki kompleksitas yang tidak biasa. Ada tantangan teknis penyelenggaraan, dan tantangan kemanusiaan di dalamnya. Di sisi lain, di banyak tempat, termasuk di Indonesia, kita sedang menghadapi ujian lain, yakni “post truth society.” Tantangan terakhir ini acap kali menghantam KPU, menerpa kapal Pemilu dan Pemilihan.

Namun, kita tentu telah diyakinkan bahwa seberat apapun tantangan elektoral, bangsa yang kuat tentu harus mampu menghadapi ujian demokrasi. Nakhoda yang hebat tidak pernah lahir dari pelayaran biasa. Ia mesti melewati berbagai tantangan ombak, badai lautan yang ganas. Bagi yang melewati ujian tersebut, patut mendapat apresiasi. Dalam konteks itu, saya merasakan, Arif Budiman dan enam anggota KPU RI lainnya berhasil melewati tantangan demi tantangan tersebut.

*

Di antara kita telah banyak mengetahui. Riwayat hidup Arif Budiman sebagai ketua KPU RI, terhenti di awal 2021. Pleno KPU RI menetapkan Plt Ketua KPU RI, hingga beberapa hari lalu 14 april 2021, Ketua KPU RI definitif telah ditetapkan. Kepemimpinan Arif Budiman diteruskan oleh Ilham Saputra, putra Aceh yang gemar kopi dan sepak bola itu.

Arif Budiman memiliki minat di pemilu sejak 1999. Periode transisi bangsa Indonesia dari era Orba ke Orde Reformasi. Ia bergabung di pemantau pemilu UNFREL (University Network For Free And Fair Election). Arif Budiman diberi amanah sebagai koordinator Jawa Timur. Ia juga memimpin National Network For Democracy Empowerment (NaNDE) Jawa Timur. Pada 2004, dua tahun setelah lulus dari Universitas Airlangga, karir kepemiluan Arif Budiman bertransformasi dari komunitas masyarakat sipil, menuju penyelenggara pemilu. Ia terpilih sebagai anggota KPU Jawa Timur periode 2004-2009. Periode berikutnya, 2009-2014 Arif Budiman juga terpilih sebagai anggota KPU Jawa Timur. Karena Arif Budiman ikut seleksi anggota KPU RI pada 2012, dan terpilih, maka Arif Budiman hijrah ke Jakarta. Ia tercatat sebagai anggota KPU RI periode 2012-2017. Selang satu periode, pada periode berikutnya 2017-2022, Arif Budiman kembali terpilih sebagai anggota KPU RI. Oleh tujuh anggota KPU RI, Ia didaulat sebagai Ketua KPU RI.

Dalam banyak pertemuan setingkat nasional, seringkali ketua Pak Arif Budiman mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalitas. Tak jarang, pak Arif Budiman mengecek pemahaman anggota KPU Provinsi di pertemuan-pertemuan tersebut. Kami suka gelisah, khawatir salah jawab. Namun tradisi itu membuat kami dari daerah harus bersiap diri saat ada pertemuan nasional. Penampilan Arif Budiman juga tampak sederhana. Tak tampak kesan mewah sama sekali dari penampilan beliau.

Kesan baik pertama sekali saya peroleh ketika kami mengikuti orientasi tugas sebagai anggota KPU Provinsi yang baru ditetapkan. Presentasi Pak Arif Budiman benar-benar menginspirasi. Satu hal yang hendak ditegaskan oleh pak Arif Budiman, “sebagai anggota KPU, kita dituntut menjadi manajer yang baik. Namun lebih dari itu, kita perlu bertransformasi menjadi Pemimpin yang menginspirasi.” Nasihat itu sampai sekarang masih saya ingat betul. Tugas menjadi penyelenggara pemilu di berbagai tingkat, menurutnya tidak hanya berhenti melaksanakan teknis penyelenggaraan pemilu. Tugas berat kita adalah memastikan praktik demokrasi berjalan baik.

Pengalamannya berkecimpung di dunia kepemiluan, dari dalam kampus, masyarakat sipil, hingga penyelenggara pemilu, membuat pak Arif Budiman memiliki keyakinan bahwa kunci sukses lain sebagai penyelenggara pemilu adalah menjaga kekompakan, soliditas. Dalam presentasi beliau saat memberi materi orientasi tugas kepada seluruh anggota KPU Provinsi yang baru dilantik, beliau bercerita bagaimana keseharian tujuh orang anggota KPU RI dan Sekjend.

Pak Arif menunjukkan banyak gambar kebersamaan. Ada gambar Pimpinan KPU RI sedang makan bersama di lesehan, di dalam mobil, masak bersama di rumah dinas, ada saat berolah raga, saat di ruang kerja, dan seterusnya. Pesan beliau jelas. Tim kerja harus kompak!

Di antara slide gambar yang juga mengesankan adalah, saat pak Arif Budiman mengajak orang tuanya melihat ruang kerja di komisi II, di ruang kerjanya di KPU. Gambar itu sangat menyentuh kami. Pak Arif Budiman memberi pesan moral yang dalam. Ia berujar, “di setiap pencapaian kesuksesan kita, terdapat doa-doa orang tua, doa ibu, kerja keras orang tua, kerja keras ibu, yang mungkin kita tidak sadari. Jangan sekalipun kita melupakan atas perjuangan orang tua.” Kami diam, kami membisu. Terdapat satu dua anggota yang meneteskan air mata. Suasana haru. Tiba-tiba semua ingat bagaimana jasa orang tua. Saya salah satunya. Doa-doa ibu yang sering disertai air mata untuk mengantarkan kesuksesan anaknya.

*

Setelah mendengar keputusan yang tidak mudah untuk Arif Budiman pada awal 2021, saya terbersit menuliskan sedikit saja keteladanan Ketua Arif Budiman di sini. Kenapa sedikit, karena tentu masih banyak hal yang tak dikisahkan di sini. Kenapa saya perlu menuliskannya, karena saya meyakini bahwa hal baik perlu diceritakan. Agar kisah itu menjadi inspirasi. Inspirasilah yang membuat perubahan positif itu datang.

Menapaki kepemimpinan pak Arif Budiman dalam setengah windu itu, bagi kami sebagai penyelenggara Pemilu di daerah, merasakan praktik baik menjadi seorang komisioner KPU yang melekat di dalamnya baju integritas, profesionalitas, dan Solidaritas. Pak Arif seperti sedang menuturkan kepada kami -tanpa menggurui- bagaimana sebenarnya menjaga marwah lembaga sekaligus martabat anggota.

Sebagai ketua lembaga tingkat pusat, tak nampak sama sekali sedikit saja kesombongan. Secara personal, beberapa kali kami melihat pak Arif Budiman naik motor ojek online demi melaksanakan tugas agar tepat waktu. Tak risih sama sekali. Tak ada beban sedikit pun. Padahal melekat pada pak Arif Budiman jabatan ketua KPU RI.

Saat banyak anggota KPU di daerah kaget, bercampur baur, dan seterusnya, atas putusan pemberhentian Pak Arif Budiman sebagai ketua, justru pak Arif Budiman menenangkan anggota KPU di daerah se-Indonesia. Kata pak Arif, “jabatan itu adalah amanah Allah SWT. Bila suatu saat jabatan itu diambilnya. Maka relakanlah. Jangan letakkan jabatan dunia di hati kita. Namun sepanjang jabatan itu diberikan. Maka jalankan amanah dengan sepenuh hati.” Mendengar itu, hati kami sejuk. Tenang sekali. Kami seperti sedang dinasehati orang tua.

Kata-kata pak Arif Budiman saya dengar langsung di ruangan kerja beliau, saat kami silaturahim dan konsultasi ke KPU RI, saat tahapan perselisihan hasil Pemilihan menjelang. Kata-kata pak Arif Budiman itu, dan kisah hidupnya, mengingatkanku kalimat puitis sarat makna dari Tere Liye, “Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja, tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Kehidupan terus berlanjut. Ketika kau kehilangan semangat, ingatlah kehidupan ini seperti daun yang jatuh, biarkanlah angin yang menerbangkannya. Bahwa hidup harus menerima..Penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti..Pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami..Pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian dan pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan.”

Kami juga takzim kepada pimpinan KPU RI yang memutuskan jabatan plt ketua sebagai nakhoda lembaga KPU RI. Selang berapa waktu saat tahapan perselisihan hasil pemilihan 2020 usai ditunaikan, barulah pimpinan menetapkan ketua definitif. MasyaAllah, lagi-lagi kami seperti menimba air hikmah. Ternyata tujuh anggota KPU tak menunjukkan haus jabatan. Kesan kekompakan kami rasakan. Saat foto pleno penetapan ketua definitif dibagikan, kami semakin yakin, lembaga KPU justru sedang kuat. Dalam menghadapi ujian kelembagaan, justru pimpinan menunjukkan sikap kebersamaan. Kami di daerah merasakan energi itu. Energi menjaga dan merawat lembaga KPU agar tetap kredibel dalam melaksanakan tugas.

Kami mengucapkan ribuan terima kasih atas dedikasi yang telah ditunjukkan oleh Pak Arif Budiman, atas kepemimpinannya menakhodai KPU RI sejak 2017 hingga 2021. Semoga semua bakti yang telah diukir akan menjadi Washilah amal kebajikan. Kebaikan yang telah pak Arif Budiman lakukan, mencerminkan nama yang dititipkan orang tuanya kepadanya. Ya, kisah teladan itu bertemali dengan nama Arif Budiman. Seorang putra Surabaya yang memiliki kearifan dan berbudi.

Untuk pak Ilham Saputra yang telah ditetapkan sebagai ketua definitif KPU RI pada kurun 2021 s.d. 2022, kami mengucapkan Tahniah. Kami yakin pak Ilham mampu memimpin lembaga ini. Pada diri pak Ilham melekat nilai kepribadian yang adiluhur, sederhana, merakyat, dan memiliki pengalaman kepemiluan yang banyak. Dari Pak Ilham Saputra kita belajar bahwa jabatan ketua juga bukan segalanya. Pak Ilham menuturkan agar kita tidak eforia, tidak berlebihan dengan amanah baru ini. Subhanallah.

Mengingat keteladan pak Ilham Saputra, seperti sedang meneguk air zam zam. Banyak sekali energi positif yang bisa dipetik darinya. Saat di kegiatan resmi, Pak Ilham selalu disiplin. Paling sering mengecek kehadiran peserta rapat. Satu demi satu Ia pastikan kehadirannya. Kalau ada satu anggota KPU Provinsi yang tidak hadir, maka Ia langsung minta cek keberadaannya. Apa yang dilakukan pak Ilham Saputra, menegaskan satu hal bahwa menjadi anggota KPU harus sungguh-sungguh menegakkan disiplin. Disiplin dimulai dari konsistensi menghadiri jadwal rapat yang telah ditentukan. Dari situ, kedisiplinan akan menjalar ke pekerjaan lain. Hebatnya, saat di luar pekerjaan, bersua di ruang-ruang informal, Pak Ilham Saputra seperti abang, seperti sahabat, seperti teman. Baginya, pekerjaan menuntut profesionalitas, dan pertemanan memerlukan solidaritas.

Sebagai penutup, saya hendak menegaskan bahwa tulisan ini adalah pengalaman dari dalam. Tentu ada subyektifitas di situ. Tujuan tulisan ini hanya ingin memberi apresiasi atas dedikasi yang telah dibaktikan untuk membangun demokrasi. Yang saya lihat adalah praktik baik. Energi positif. Tidak ada tujuan lain. Tujuh pimpinan KPU RI telah memberikan keteladanan hakiki. Semoga di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, para pimpinan KPU RI diberikan kesehatan, rahmat, taufik, dan keberkahan. Terima kasih atas teladan menjaga lembaga KPU RI. Terima kasih telah merawat Indonesia.

Jalan Bakti 1 Blok 6A, Pekanbaru. 17 April 2021.

error: Content is protected !!