Terutama Ikhtiar

Terutama Ikhtiar

Advertisements

Oleh : Adi Arwan Alimin

Ini Jumat kesekian tak ke masjid berjamaah. Urusan yang disandarkan pada fatwa ulama sudah kita terima lapang dada.
Di akhirat nanti telah ada hujah mengenai pandemi ini bahwa tak boleh berkumpul dalam jumlah banyak, sehingga harus menjauh dari mihrab masjid. Kita yakin Allah tak akan menyulitkan hamba-Nya.

Walau di luar rumah pasar-pasar masih mengumpulkan pertemuan yang sibuk antara pembeli-penjual. Sampai kapan ini akan berakhir? Tidak ada manusia yang tahu, WHO saja yang lebih paham mengenai urusan kesehatan semuka bumi belum berpendapat pasti.

Di laman cnbcindonesia per hari ini badan dunia itu malah mengatakan setidaknya dibutuhkan lima tahun untuk mengendalikan corona. Apakah kita akan tetap setangguh hari ini menghadapi tantangan imunitas supaya kukuh di tengah gelombang pandemi.

Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO, Dr. Mike Ryan telah memperingatkan bahwa virus corona “mungkin tidak akan pernah hilang dari muka bumi”. Sampai di situ, apa yang kira-kira memendar di benak anda. Di sisi lain kurva pandemi baik secara lokal maupun nasional juga masih menanjak.

Di belahan dunia lainnya ancaman gelombang kedua Covid-19 memicu kekhawatiran baru. Negara-negara seperti China, Korea Selatan, Hong Kong dan Singapura menyampaikan klaster anyar corona. Padahal beberapa pekan lalu sejumlah negara itu telah menyampaikan laporan nihil.

Yang mesti diingat China, Korsel memiliki kemajuan sistem untuk mengidentifikasi virus amat cepat. Mereka juga sanggup melacak kontak orang yang terinfeksi. Ancaman ini sungguh belum dapat ditaklukkan. Negara-negara yang berencana mencabut penguncian wilayah atau lockdown kembali pada pertimbangan serius.

Dr. Maria Van Kerkhove Kepala Tim Teknis Tanggap Corona WHO yang saya nukil dari situs cnnindonesia menyebut, “Semua orang harus siap menghadapi potensi gelombang kedua Covid-19.” Katanya, virus suka mencari peluang untuk bangkit dan terus meningkat.

Saya membaca catatan harian Dahlan Iskan ediai Jumat hari ini, di Wuhan terdapat Camat serta seluruh jajarannya yang dipecat karena ada warga mereka yang kedapatan keluar rumah tanpa memakai masker. Mereka sangat serius pun tegas, meski amat maju dalam tindakan pencegahan secara klinis.

Ribuan kilometer dari Wuhan masih saja banyak yang bebal. Itu saya simak dari layar Facebook, tentang sekian banyak orang yang pawali-wali atau tak mau mendengar mengenai bahayaCovid ini.

Mungkin ia abai karena tak dapat mengabaikan hal lain, atau mungkin orang-orang yang kebal peringatan itu tak memiliki akun medsos.

*

Atau kita tak perlu berada di tengah seteru Trump dan Xi Jinping. Pertikaian mereka mengenai penanganan pandemi ini sesungguhnya gambaran aktual dua negara paling digdaya di planet ini pun tak menyerah. Terlepas dari apapun konflik kepentingan mereka.

Kini jumlah korban Covid-19 secara global menembus 300 ribu jiwa. Lihatlah detikdotcom.

Adzan dari masjid sudah terdengar. Kita kembali pada munajat agar situasi ini segera pulih. Ikhtiar itu amatlah penting.

#WFH #cegahpeduli

Ilustrasi : JatimTimes

error: Content is protected !!