Virus Mematikan dari Zaman Firaun Hingga Corona

 Virus Mematikan dari Zaman Firaun Hingga Corona

Advertisements

Oleh Adi Arwan Alimin

Virus apa saja yang sangat mematikan dalam sejarah manusia. Jauh sebelum Corona menggemparkan dari Wuhan China beberapa pekan terakhir, epidemi semacam ini telah merenggut nyawa, tak hanya belasan atau ratusan bahkan mencapai jutaan orang.

Wabah Maut Hitam

Istilah lainnya Black Death yang menyebar akibat bakteri Yersinia Pestis pada tahun 1300-an di Asia Timur atau Tengah sebarannya cepat ke segala penjuru, khususnya ke benua Eropa. Meski penyebabnya tak dapat didentifikasi secepat Corona, yang jelas menurut laporan dari masa itu jumlah korban antara 75 juta sampai 200 juta orang.

Peristiwa ini membunuh sepertiga hingga dua pertiga populasi Eropa. Melenyapkan 40 persen warga Mesir, setengah penduduk Paris, hingga Italia, dan Jerman. Anehnya Indonesia sebagai bagian dari “Jalur Sutra”, atau ramainya perdagangan antara Arab, India dan China tidak (belum) ditemukan bukti tertulis mengenai Maut Hitam ini.

Barulah pada abad ke-19 penyakit ini dapat dimusnahkan. Gejala khas Maut Hitam disebut acral necrosis, di mana kulit penderita menjadi hitam karena pendarahan subdermal. Diduga disebarkan oleh lalat dan bantuan tikus rumah walaupun sebagian kalangan menyangsikannya (id.wikipedia.org).

Penyakit Cacar

Cacar juga merenggut jutaan nyawa manusia di masa lalu. Wabah ini misalnya mengakibatkan Meksiko yang berpenduduk 22 juta harus kehilangan warga hingga jutaan orang. jateng.idntimes menyebut Cacar saat itu menyisakan 14 juta penduduk Meksiko.

Tahun 1519 Hernando Cortez seorang penjelajah Spanyol yang disebut membawa penyakit cacar dari Puerto Riko ke wilayah Meksiko ketika menaklukan Suku Aztek. Yang mengakibatkan kematian 4 juta penduduk asli (today.line.me). Jadi kehancuran Meksiko dimulai dari wabah penyakit ini.

Sumber lainnya drugs.com menyebut cacar pertama kali muncul sekitar tahun 10.000 Sebelum Masehi. Bintik tanda yang menghiasi sisa-sisa mumi dari Firaun Ramses V Mesir, dan penyakit ini dideskriosikan dalam teks Sansekerta kuno.

Kasus cacar terakhir kemudian ditemukan di Somalia pada tahun 1977, menurut WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia cacar telah diberantas/dieliminasi di seluruh dunia. Melalui kampanye global dengan vaksinasi massal sejak tahun 1967.

Flu Spanyol

Pandemi Influenza dikenal sebagai Flu Spanyol. Terjadi sekitar Januari 1918 hingga Desember 1920. Ini menginfeksi 500 juta orang di seluruh dunia atau sekitar 27 persen populasi dunia saat itu. Jumlah korban diperkiraka 17 sampai 100 juta, yang memasukkannya sebagai salah satu diantara epidemi paling mematikan.

Dikutip dari kumparan, Frank Macfarlane Burnet, virologis Australia mengatakan pandemi ini bermula dari Camp Funston dan Haskell AS, namun menurut North China Daily (ibid) virus justru datang dari Swedia atau Rusia yang kemudian menyebar ke Tiongkok, Jepang dan Asia Tenggara.

Walau disebut Flu Spanyol ternyata tak ada teori yang menyebut flu ini dari Spanyol. Orang Spanyol sendiri menyebutnya sebagai Flu Perancis. Bila membanding antara jumlah korban perang sebanyak 18 juta jiwa pada tahun 1914-1918, dalam kurun yang sama korban Flu Spanyol jelas jauh lebih besar

Flu Spanyol dilaporkan membunuh jutaan warga Hindia Belanda (Indonesia) tahun 1918. Jumlahnya kemungkinan mencapai angka sekitar 1,5 juta jiwa. Namun pelaporan morbiditas dan mortalitas saat itu dinilai tak akurat karena daftar kematian kurang lengkap, catatan hilang dan kesalahan diagnosis (lihat alinea.id).

Selain wabah di atas juga terdapat E Coli, Kolera, HIV, SARS, H1N1, Flu Burung, Polio, dan Ebola yang merupakan deretan ancaman mematikan sepanjang sejarah.

Dan kini warga dunia tengah disibukkan gelombang penyebaran virus Corona.

Kementerian Kesehatan RI pun terus memeriksa semua orang yang berpotensi terjangkit Covid-19.

Di bandar udara Tampa Padang Mamuju, Rabu (4/3) siang, beberapa orang staf terlihat memindai orang yang memasuki ruang kedatangan. Yang memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat akan langsung dicatat namanya.

Kepanikan atau ketegangan warga hari-hari terakhir harus diantisipasi otoritas berwenang. Meski masker sempat langka kita berharap patogen ini dapat segera dibasmi hingga tak lagi memicu kerentanan. Per hari ini angka kematian corona dilaporkan makin menurun.

Menurut WHO respon strategis dapat dicapai melalui kombinasi langkah-langkah kesehatan masyarakat, seperti identifikasi cepat, diagnosis dan manajemen kasus, dan tindak lanjut dari kontak, penerapan langkah untuk pelancong dan peningkatan kesadaran populasi serta komunikasi risiko (laporan situasi 44).

*

Berbagai epidemi sepanjang sejarah yang sangat menakutkan itu telah dilewati. Tapi para ahli tetap memperingatkan pandemi global dapat menghentikan kemanusiaan, itu sebabnya setiap negara harus memiliki wawasan komprehensif mengenai masa depan kesehatan.

Pernyataan Dr. Robert Littman menjadi menarik. Tulah adalah fenomena yang berulang dalam sejarah manusia, semacam serangan penyakit yang tidak diketahui. Wabah Athena sebagai contoh, kemudian dianggap menyebabkan kejatuhan zaman keemasan Athena yang mengakibatkan kematian Pericles (495-429 SM), dan 25 persen dari populasi, dan ikut melemahkan pada perang 27 tahun melawan Sparta.

Littman adalah profesor bahasa klasik di Universitas Hawaii. Sementara rekannya Dr. Durack (profesor kedokteran Duke University) mengatakan, wabah Athena adalah klasik medis dalam sejarah yang memukau para dokter dan sejarawan sekian abad.

Hingga kata Durack, dunia terus mengalami wabah menular baru yang muncul (Lihat artikel Plague of Athens… dalam wiki list of epidemic).

Keduanya tidak mengesampingkan kemungkinan wabah Athena disebabkan oleh sesuatu yang lain. Karena wabah itu diragukan disebabkan ebola, pes, demam berdarah, influenza atau campak. Catatan sejarah kuno tidak cocok dengan penyakit itu.

Wabah Athena, semisal dalam sejarah mungkin memang tulah atau kutukan. Hanya Allah SWT yang tahu.

Mamuju, 5 Maret 2020

*dari berbagai sumber

Ketfot Utama : Metode unik menghangatkan pasien 

Foto : kepo.me/secangkirnews.blogspot.com

error: Content is protected !!