Jurnal Warga

Catatan

Yang Digdaya Tak Mandraguna

Sementara Indonesia terbanyak di ASEAN dengan update terakhir 5.923. Untuk sementara Indonesia berada diperingkat 11 Asia dikutip tribunnews dari worldometers.com

Sementara Indonesia terbanyak di ASEAN dengan update terakhir 5.923. Untuk sementara Indonesia berada diperingkat 11 Asia dikutip tribunnews dari worldometers.com
Advertisements

Amerika Serikat menyalip Italia setelah meninggalkan China. Grafik atau kurva dampak pandemi virus corona seperti garis piramida, yang melekuk keseimbangan.

John Hopkins University Sabtu (18/4) pagi merilis jumlah kasus virus corona di dunia tercatat 2.240.191. 153.822 kematian dengan jumlah sembuh sebanyak 568.343 orang. (Kompas.com)

Sementara Indonesia terbanyak di ASEAN dengan update terakhir 5.923. Untuk sementara Indonesia berada diperingkat 11 Asia dikutip tribunnews dari worldometers.com.

Perang dagang antara negara maju China dan Amerika yang memuncak kemudian berkembang sebagai pertarungan baru di ranah virus. Kini mereka saling menuding mengenai pandemi mematikan itu.

Tiga pekan belakangan, Trump beberapa kali menyebut viris corona sebagai “virus China”, sementara Menlu-nya Mike Pompeo menyebutnya “virus Wuhan”.

Beijing pasti tersinggung. Media sosial di China menyebarkan berita bahwa pandemi tersebut disebabkan program militer AS. Rumor yang memiliki daya tarik besar.

Bila dua negara besar beradu dalam perang narasi seperti itu sungguh kita tak mampu menyelami apa sebenarnya yang terjadi. Jangan berada diantara dua gajah saling menanduk.

Saya yakin sineas di kedua negara ini sedang memikirkan plot film paling bagus, dari layar lebar kita akan memahami alur kisah sambil menikmati secangkir kopi. Selama ini bocoran beragam isu politik dunia hampir benar sering menyeruak dari film fantasi mereka.

China-Amerika Serikat saat ini terus menguatkan peran sebagai pemain global. Mereka seolah pemilik simbol yang menegaskan pertarungan informasi hanya seperti bayang-bayang dari balik layar. Penonton hanya boleh menikmati dari sisi gelap pertunjukan. Sementara siapapun dalang sejatinya tetaplah pemilik kuasa.

Lalu bagaimana dengan Rusia, Inggris Raya, Italia, Jerman, Spanyol juga Perancis. Negara-negara maju nan digdaya ini juga sedang dirundung fase krisis, mereka tidak menyerah. Meski resesi dapat semakin dekat bila corona gagal diatasi mancanegara.

Kabar dari Wuhan pun terasa miris, lihat cnnIndonesia, lonjakan laporan kematian yang “keliru” menjadi 3.869, sebelumya disebut 1.290. Revisi kematian amat menakutkan. Kini populasi Tiongkok sebanyak 1.402.650.000 jiwa.

Penduduk AS sebanyak 333.087.000 menurut data id.wikipedia per 16 April 2020. Persentase kematian warga AS akibat pandemi corona fantastis, update John Hopkins University hingga 10.00 WIB sebanyak 36.997 jiwa dari total terinfeksi 701.475 orang (we.co.id).

Corona datang sebagai pemasti. Negara mana yang paling mandraguna, dan nirdaya. (*)

Mamuju, 19 April 2020

Yang Digdaya Tak Mandraguna

The Latest

To Top
error: Content is protected !!